Sebuah studi baru mengindikasikan bahwa Sindrom Ovarium Metabolik Endokrin Ganda (PMOS), yang diusulkan sebagai nama baru untuk Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), berpotensi menjadi prediktor independen untuk kejadian penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD). Temuan ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara PMOS dengan peningkatan risiko kejadian ASCVD, yang dampaknya tidak sepenuhnya dijelaskan oleh kondisi komorbiditas yang sudah ada sebelumnya.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Obstetrics, Gynaecology, & Women’s Health ini mengidentifikasi bahwa PMOS terkait dengan peningkatan risiko kejadian ASCVD. Kejadian ini mencakup penyakit arteri koroner, penyakit serebrovaskular, dan penyakit arteri perifer. Para peneliti melaporkan bahwa asosiasi ini hanya sebagian dimediasi oleh keberadaan komorbiditas awal pada partisipan.
Temuan ini memberikan perhatian lebih terhadap dampak kesehatan jangka panjang PMOS, yang sebelumnya dikenal sebagai PCOS. PMOS tidak hanya memengaruhi kesehatan reproduksi, tetapi juga tampaknya memiliki kaitan langsung dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Penting untuk dicatat bahwa meskipun komorbiditas yang sudah ada sebelumnya berkontribusi pada risiko, PMOS sendiri menunjukkan potensi sebagai faktor risiko independen.
Para peneliti menekankan perlunya pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme di balik hubungan ini. Identifikasi PMOS sebagai prediktor independen dapat membuka jalan bagi strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif bagi perempuan yang didiagnosis dengan kondisi ini. Dengan demikian, fokus pada manajemen risiko kardiovaskular bagi penderita PMOS menjadi krusial untuk mengurangi beban penyakit ASCVD di masa depan.
