Sebuah terobosan dalam deteksi dini kanker kolorektal (CRC) hadir melalui pengembangan tes berbasis darah yang diklaim mampu mengidentifikasi lesi prakanker. Tes inovatif ini, yang dinamai DENEB, menunjukkan potensi besar dalam mengatasi salah satu keterbatasan utama tes skrining berbasis darah yang ada saat ini. Dalam studi yang dilakukan, DENEB berhasil mendeteksi 81% dari adenoma lanjut, yang merupakan prekursor potensial bagi kanker kolorektal.
Selain mendeteksi adenoma lanjut, DENEB juga menunjukkan kinerja luar biasa dalam mendeteksi kanker kolorektal secara keseluruhan, dengan tingkat keberhasilan mencapai 91%. Lebih lanjut, tes ini mampu mendeteksi kanker stadium I hingga III dengan akurasi 92%. Angka-angka ini sangat signifikan mengingat rendahnya tingkat skrining CRC di Amerika Serikat yang seringkali tidak mencapai target 80% yang direkomendasikan untuk memberikan dampak pada tingkat populasi.
Tes berbasis darah seperti DENEB menawarkan solusi potensial untuk menjangkau individu yang mungkin tidak menjalani skrining melalui metode konvensional. Keterbatasan partisipasi dalam skrining CRC menjadi tantangan serius, dan kehadiran tes darah yang akurat dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan pencegahan di kalangan masyarakat umum.
