Wednesday, 16 September 2026
BREAKING
EKONOMI

BRICS Siap Tantang Dolar, Tawarkan Alternatif Baru Tatanan Keuangan Global

Oleh Yohanes September 16, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Kelompok negara berkembang BRICS kini semakin menunjukkan taringnya dalam upaya mematahkan dominasi Dolar Amerika Serikat dalam sistem keuangan global. Para pakar menilai bahwa BRICS telah menjelma menjadi benteng suara bagi negara-negara Global South di kancah internasional, siap merombak tatanan finansial yang ada.

Perluasan keanggotaan BRICS, yang kini mencakup enam negara baru sejak 1 Januari 2024, yakni Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Argentina, menjadi momentum krusial. Dengan penambahan ini, BRICS kini menaungi 45% populasi dunia dan menyumbang 37% PDB global. Hal ini memperkuat posisi tawar kelompok tersebut dalam negosiasi ekonomi internasional.

Salah satu fokus utama BRICS adalah mengurangi ketergantungan pada Dolar AS. Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, menyatakan bahwa negara-negara BRICS tengah mengupayakan penggunaan mata uang nasional dalam transaksi perdagangan dan keuangan. “Kami tidak dapat menyembunyikan fakta bahwa kami sedang bekerja untuk mengakhiri dominasi Dolar AS,” ujar Ryabkov pada akhir tahun 2023.

Upaya ini bukan tanpa dasar. Sejumlah negara anggota BRICS telah mengambil langkah konkret. Brasil, misalnya, telah menandatangani perjanjian mata uang lokal dengan Tiongkok. India juga menunjukkan minat serupa untuk memperdagangkan Rupee dengan negara-negara anggota lainnya. Hal ini sejalan dengan pandangan para pakar yang melihat potensi besar dalam penggunaan mata uang nasional untuk transaksi lintas batas.

Di sisi lain, Dolar AS masih memegang posisi dominan dalam perdagangan internasional. Namun, para analis berpendapat bahwa BRICS memiliki potensi untuk menantang dominasi tersebut. Pendiri GFX, Ritesh Presswala, menekankan bahwa kekuatan BRICS terletak pada fakta bahwa mereka mewakili mayoritas populasi dan pertumbuhan ekonomi dunia. “BRICS bukan hanya tentang jumlah, tetapi juga tentang potensi pertumbuhan di masa depan,” kata Presswala.

Perluasan BRICS juga membuka peluang kerjasama yang lebih luas antarnegara anggota. Pembentukan New Development Bank (NDB) atau Bank Pembangunan Baru menjadi salah satu instrumen penting dalam memfasilitasi pembiayaan proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang. NDB diharapkan dapat menjadi alternatif pembiayaan yang lebih inklusif dibandingkan lembaga keuangan internasional yang didominasi negara maju.

Meskipun tantangan masih ada, langkah-langkah yang diambil oleh BRICS menunjukkan ambisi yang jelas untuk menciptakan sistem keuangan global yang lebih berkeadilan dan representatif. Perubahan ini, jika berhasil, dapat menandai pergeseran signifikan dalam keseimbangan kekuatan ekonomi global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp