Pasien dengan metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD) atau penyakit hati berlemak terkait disfungsi metabolik yang mengalami perbaikan kesehatan metabolik setelah menjalani polipektomi menunjukkan penurunan signifikan dalam risiko kekambuhan neoplasia kolorektal stadium lanjut. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penanganan holistik bagi pasien MASLD.
Studi terbaru mengungkapkan bahwa peningkatan status kesehatan metabolik, seperti perbaikan profil lipid, kontrol gula darah, dan penurunan berat badan, berkorelasi langsung dengan penurunan risiko munculnya kembali lesi prakanker atau kanker kolorektal stadium lanjut setelah pengangkatan polip. Hal ini menunjukkan bahwa MASLD bukan hanya kondisi hati, melainkan juga indikator risiko penyakit lain, termasuk kanker kolorektal.
Lebih lanjut, hasil penelitian menyarankan bahwa individu dengan beban metabolik tertinggi atau yang sudah memiliki neoplasia kolorektal stadium lanjut saat diagnosis awal, justru memperoleh manfaat paling besar dari intervensi gaya hidup. Perubahan pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan manajemen berat badan yang efektif menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko ini.
“Perawatan pasca-polipektomi seharusnya melampaui sekadar penjadwalan kolonoskopi pengawasan berikutnya,” ujar Han-Mo Chiu, MD, PhD, seorang dokter spesialis dan profesor klinis di departemen penyakit dalam. Pernyataan ini menekankan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif, yang mencakup evaluasi dan intervensi terhadap faktor-faktor risiko metabolik yang mendasari.
Temuan ini memberikan perspektif baru dalam manajemen pasien MASLD, mengintegrasikan perawatan hati dengan pencegahan kanker kolorektal. Dengan fokus pada perbaikan kesehatan metabolik, diharapkan angka kejadian neoplasia kolorektal stadium lanjut dapat ditekan secara efektif.
