Jokowi Rayakan Ulang Tahun ke-65 dengan Sapaan Hangat dan Berbagi di Solo

Danu Ilham

Solo – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, merayakan hari ulang tahunnya yang ke-65 dengan cara yang sederhana namun penuh makna di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (21/6/2026). Momen spesial ini diisi dengan menyapa ratusan warga, termasuk para pengayuh becak, yang telah berkumpul sejak pagi hari di luar kediaman pribadinya. Antusiasme masyarakat terlihat jelas, banyak yang datang membawa tumpeng dan berharap dapat bersalaman serta berfoto bersama Presiden.

Dalam interaksinya dengan warga, Jokowi tampak ramah dan akrab. Ia tak segan mengulurkan tangan sembari menyapa, "Dari mana?" kepada setiap warga yang mendekat. Tradisi pribadi Jokowi terkait hari kelahirannya pun kembali ditegaskan. "Saya tidak pernah (rayakan) ulang tahun," ujarnya singkat saat kembali masuk ke dalam rumah sambil tetap melayani permintaan warga untuk berfoto. Pernyataan ini menegaskan komitmennya untuk tetap merakyat dan tidak menjadikan momen pribadi sebagai perayaan mewah.

Kediaman Jokowi di Solo pada hari itu tidak hanya dipadati warga, tetapi juga dihiasi oleh kiriman bunga anggrek dari berbagai kalangan. Staf rumah tangga Jokowi, Tika, mengungkapkan bahwa kiriman bunga anggrek datang dari para pejabat Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto, serta dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM). Total ada 35 rangkaian bunga anggrek yang menghiasi kediaman tersebut sejak malam sebelumnya, menunjukkan apresiasi dan rasa hormat dari berbagai pihak.

Selain itu, momen ulang tahun ini juga dimanfaatkan untuk menggelar acara syukuran yang melibatkan ratusan penarik becak dari wilayah setempat. Mereka berkumpul dan berkesempatan menerima paket sembako dari keluarga besar Jokowi. Sari, salah satu panitia acara, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk syukuran sekaligus apresiasi kepada para pengayuh becak yang telah menjadi bagian dari sejarah dan komunitas di Solo. Kehadiran Jokowi yang dikenal dekat dengan para pengayuh becak menjadikan acara ini semakin istimewa bagi mereka.

Salah seorang warga bernama Gibran, yang berasal dari Boyolali, menceritakan pengalamannya yang sedang berlibur di Solo dan memutuskan untuk langsung mendatangi kediaman Jokowi pagi itu. "Seru banget, dapat nasi urap sama es teh. Kebetulan lagi liburan di Solo, jadi sekalian, gitu," tuturnya dengan antusias. Gibran mengaku datang sejak pukul 9 pagi dan langsung bergabung dengan kerumunan warga yang antre.

Meskipun demikian, Gibran harus puas berada di barisan antrean untuk berfoto karena ramainya warga yang memadati lokasi. "Tadi nggak kebagian karena penuh banget, ramai banget, iya. Ini antrean foto aja," ungkapnya. Pengalaman ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan Presiden, bahkan dalam suasana yang sangat padat.

Sebelumnya, pada hari Sabtu (20/6/2026), DPD PSI Kota Yogyakarta yang dipimpin oleh Heri Nugroho juga telah mengunjungi kediaman Jokowi. Kunjungan tersebut tidak hanya untuk menyampaikan ucapan selamat ulang tahun, tetapi juga untuk melaporkan perkembangan organisasi PSI di tingkat Kota Yogyakarta. Heri Nugroho menyatakan harapannya agar Presiden Jokowi berkenan hadir dan bersilaturahmi dengan kader serta masyarakat di Yogyakarta. Hal ini menunjukkan adanya upaya komunikasi politik dan silaturahmi yang terus terjalin, bahkan di tengah perayaan hari besar pribadi Presiden.

Perayaan ulang tahun ke-65 Presiden Joko Widodo di Solo ini menjadi bukti nyata kedekatan beliau dengan masyarakat. Dengan berbagi sembako dan menyapa warga secara langsung, Jokowi menunjukkan komitmennya untuk tetap membumi dan merayakan momen penting dalam hidupnya bersama rakyat. Interaksi hangat ini menjadi simbol kepemimpinan yang merakyat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tradisi sederhana ini diharapkan terus berlanjut, mempererat tali silaturahmi antara pemimpin dan rakyat Indonesia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All