Saturday, 15 August 2026
BREAKING
POLITIK

Nagan Raya Gerakkan Dana TKD untuk Perbaikan Sawah Jelang Musim Tanam

Oleh Danu Ilham August 15, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengambil langkah strategis untuk memastikan kelancaran musim tanam mendatang dengan mengoptimalkan penggunaan Dana Desa (TKD). Langkah ini krusial untuk merehabilitasi areal persawahan yang mengalami kerusakan pascabencana pada akhir tahun 2023, demi menjaga produktivitas petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Nagan Raya, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa alokasi TKD ini difokuskan pada perbaikan infrastruktur pertanian yang terdampak langsung oleh bencana alam. “Dana desa ini kita optimalkan untuk perbaikan sawah yang rusak akibat bencana akhir tahun lalu. Tujuannya agar lahan tersebut bisa segera ditanami kembali dan produktivitas petani tidak terganggu,” ujar Ahmad Yani.

Lebih lanjut, Ahmad Yani merinci bahwa program rehabilitasi ini mencakup berbagai kegiatan perbaikan. Di antaranya adalah perbaikan jaringan irigasi, tanggul, dan pembersihan saluran air yang tersumbat. Perbaikan ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan air yang cukup bagi tanaman padi, terutama menjelang musim tanam yang biasanya dimulai pada bulan Maret.

Anggaran yang dialokasikan dari TKD untuk program rehabilitasi sawah ini mencapai Rp 10 miliar. Dana tersebut disalurkan langsung kepada 222 gampong (desa) yang memiliki potensi lahan pertanian padi. Ahmad Yani menekankan bahwa penggunaan dana ini akan diawasi secara ketat untuk memastikan efektivitas dan transparansi.

“Setiap gampong akan menerima dana sesuai dengan luas lahan sawah yang mereka miliki dan tingkat kerusakannya. Kita berharap dengan adanya perbaikan ini, petani bisa segera kembali menggarap sawahnya tanpa kendala,” tambahnya. Ia juga mengimbau para keuchik (kepala desa) untuk segera melaporkan progres perbaikan di wilayah masing-masing.

Bencana alam yang terjadi akhir tahun lalu, seperti banjir dan longsor, telah menyebabkan kerusakan pada sekitar 4.000 hektar lahan sawah di Nagan Raya. Kerusakan ini meliputi rusaknya tanggul, terputusnya saluran irigasi, dan rusaknya infrastruktur pendukung lainnya. Dengan adanya optimalisasi TKD, diharapkan lahan-lahan tersebut dapat pulih dan kembali produktif sebelum musim tanam padi gadu (musim tanam kedua) tiba.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk pemulihan fisik lahan, tetapi juga untuk memberikan jaminan kepada para petani bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh dalam mendukung kelangsungan usaha tani mereka. Dengan infrastruktur yang memadai, diharapkan hasil panen di musim tanam mendatang dapat meningkat dan kesejahteraan petani Nagan Raya semakin terjamin.

Bagikan: Facebook X WhatsApp