Tim SAR gabungan terus berupaya mencari korban selamat pascagempa bumi berkekuatan M 5,6 yang mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022). Hingga kini, gempa tersebut telah merenggut nyawa sedikitnya 47 orang dan menyebabkan ratusan bangunan rusak parah.
Upaya penyelamatan difokuskan pada area-area yang terparah terdampak bencana. Laporan awal menunjukkan bahwa ratusan rumah dan bangunan publik mengalami kerusakan signifikan akibat guncangan kuat tersebut. Data ini masih terus diperbarui seiring dengan pelaksanaan penilaian cepat dampak bencana yang sedang berlangsung.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, dalam konferensi pers pada Selasa (22/11/2022) memaparkan, “Data sementara korban jiwa akibat gempa Cianjur tercatat 47 orang meninggal dunia.” Ia menambahkan, “Ribuan rumah rusak dan ribuan warga mengungsi.” Jumlah korban jiwa dan kerusakan diperkirakan masih akan bertambah.
Menurut data BNPB, gempa yang berpusat di darat pada kedalaman 10 kilometer ini juga menyebabkan tanah longsor di beberapa titik, yang turut mempersulit upaya pencarian dan evakuasi. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat, sedikitnya 1.378 rumah rusak dan 5.329 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, serta relawan terus bekerja tanpa kenal lelah. Mereka menyisir puing-puing bangunan yang roboh, berharap menemukan korban yang masih terjebak. Kendala seperti cuaca buruk dan medan yang sulit di beberapa lokasi menjadi tantangan tersendiri dalam operasi SAR ini.
Pemerintah melalui BNPB telah mengerahkan berbagai bantuan, termasuk personel, peralatan, serta logistik untuk para pengungsi. Prioritas utama saat ini adalah mengevakuasi korban selamat dan memberikan pertolongan medis bagi yang terluka. Penilaian kerusakan dan kerugian yang lebih detail akan dilakukan setelah situasi darurat tertangani.
