Pemerintah negara bagian New South Wales (NSW), Australia, mengumumkan peluncuran program pembelian kembali senjata api. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap insiden penyerangan di Bondi Beach yang mengguncang publik. Melalui program ini, warga NSW yang memiliki senjata api akan ditawari kompensasi berupa uang tunai untuk menyerahkan senjata mereka kepada pihak berwenang.
Program pembelian kembali senjata api ini dirancang untuk mengurangi jumlah senjata api yang beredar di masyarakat. Penyerangan di pusat perbelanjaan Westfield Bondi Junction pada Sabtu, 13 April 2024, yang menewaskan enam orang dan melukai beberapa lainnya, menjadi katalisator utama di balik keputusan ini. Pelaku penyerangan, yang diidentifikasi sebagai Joel Cauchi (40 tahun), dilaporkan menggunakan senjata pisau dalam aksinya.
Meskipun pelaku penyerangan di Bondi Beach tidak menggunakan senjata api, insiden tersebut telah memicu diskusi publik yang luas mengenai keamanan senjata api di Australia. Perdana Menteri NSW, Chris Minns, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk membuat masyarakat lebih aman. Ia menekankan pentingnya mengurangi risiko terjadinya insiden serupa di masa depan.
Detail mengenai besaran kompensasi yang akan ditawarkan kepada pemilik senjata api belum diumumkan secara rinci. Namun, pemerintah NSW berkomitmen untuk memberikan kesempatan kepada warga yang bersedia menyerahkan senjata api mereka. Program ini diharapkan dapat membantu mencegah penyalahgunaan senjata api dan meningkatkan ketertiban umum.
Seorang saksi mata, yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan suasana mencekam saat insiden terjadi. “Semua orang panik dan berlarian mencari tempat aman,” ujarnya. Insiden ini kembali membuka luka lama di Australia terkait isu pengendalian senjata api, terutama setelah tragedi Port Arthur pada tahun 1996 yang mendorong diberlakukannya undang-undang pengendalian senjata api yang ketat.
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam terkait motif pelaku. Sementara itu, pemerintah NSW berupaya memberikan rasa aman kepada warganya melalui berbagai kebijakan, termasuk program pembelian kembali senjata api ini. Kampanye kesadaran publik juga akan digalakkan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam program tersebut.
