Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah keras laporan yang menyebutkan para tentara yang bertugas di kapal induk USS Abraham Lincoln mengalami stres akibat meningkatnya ketegangan dengan Iran. Trump menegaskan bahwa kondisi personelnya dalam keadaan baik dan penugasan mereka belum berlangsung lama.
Pernyataan Trump ini muncul sebagai respons terhadap laporan yang beredar, yang mengindikasikan adanya dampak psikologis pada awak kapal akibat situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah. Namun, Trump secara tegas menolak klaim tersebut, menekankan profesionalisme dan kesiapan pasukan Amerika.
Dalam sebuah cuitan di akun Twitter pribadinya pada hari Minggu, 19 Mei 2019, Trump menyatakan, “Angkatan Laut kami tidak pernah lebih kuat. Para kru di USS Abraham Lincoln melakukan pekerjaan luar biasa, dan mereka belum berada di sana lama. Mereka semua dalam kondisi sangat baik!” Trump juga secara spesifik menyebutkan bahwa laporan mengenai stres pada tentara adalah “berita palsu”.
Sebelumnya, media melaporkan bahwa beberapa personel yang bertugas di kapal induk tersebut menunjukkan tanda-tanda kelelahan dan stres akibat penempatan yang diperpanjang di tengah ancaman yang dirasakan dari Iran. USS Abraham Lincoln dan kelompok tempurnya dikerahkan ke kawasan Teluk Persia pada awal Mei 2019 sebagai respons terhadap apa yang disebut Washington sebagai peningkatan ancaman dari Iran.
Keberadaan kapal induk tersebut, bersama dengan pengebom B-52 dan rudal berbasis darat, merupakan bagian dari upaya AS untuk meningkatkan kekuatan di wilayah tersebut. Pengerahan ini terjadi di tengah meningkatnya retorika antara Amerika Serikat dan Iran, serta insiden-insiden yang melibatkan kapal tanker minyak di Teluk Oman.
Trump telah berulang kali menyatakan bahwa ia tidak mencari konflik dengan Iran, namun menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan kepentingannya dan sekutunya di kawasan tersebut. Bantahan Trump terhadap isu stres pada tentara di USS Abraham Lincoln ini menegaskan kembali narasi pemerintahannya mengenai kekuatan dan kesiapan militer AS dalam menghadapi tantangan regional.
