Sunday, 16 August 2026
BREAKING
DUNIA

Donald Trump Berencana Jadikan Selat Hormuz Wilayah Amerika Serikat

Oleh Heni Maulidya August 16, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengemukakan niatnya untuk mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat. Pernyataan ini diungkapkannya akan dilakukan segera setelah Amerika Serikat berhasil mengalahkan Iran.

Rencana ambisius Trump ini muncul dalam sebuah pidato yang disampaikan di hadapan para pendukungnya di Grand Rapids, Michigan, pada Sabtu, 16 Maret 2024. Dalam kesempatan tersebut, Trump secara gamblang menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya mengontrol jalur perairan strategis tersebut.

Menurut laporan dari The Guardian, Trump bahkan menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan para penasihatnya mengenai rencana tersebut. “Saya memberi tahu mereka, ‘Anda akan menyatakan bahwa Selat Hormuz adalah wilayah Amerika Serikat.’ Itu akan menjadi wilayah Amerika Serikat,” ujar Trump mengutip apa yang dikatakannya kepada para penasihatnya, seperti dilaporkan oleh The Guardian.

Trump juga mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menghabiskan triliunan dolar untuk melindungi jalur pelayaran di Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz. Ia berpendapat bahwa sudah saatnya Amerika Serikat mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut. “Kita menghabiskan banyak uang untuk melindungi jalur pelayaran di Timur Tengah, dan kita tidak mendapatkan apa-apa,” keluhnya.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur perairan yang sangat vital dalam perdagangan global, khususnya untuk pasokan minyak. Sekitar 20% minyak mentah dunia dialirkan melalui selat sempit ini setiap harinya. Oleh karena itu, klaim Amerika Serikat atas selat ini, jika benar-benar terjadi, akan memiliki implikasi geopolitik dan ekonomi yang sangat signifikan.

Meskipun Trump telah menyatakan niatnya dengan tegas, rencana ini tentunya akan menghadapi berbagai tantangan hukum dan diplomatik internasional. Pernyataan Trump ini mencerminkan pendekatan kebijakan luar negerinya yang cenderung unilateral dan berfokus pada kepentingan nasional Amerika Serikat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp