Orang tua dihadapkan pada tantangan baru dalam mengasuh anak di era digital. Konsep membatasi waktu penggunaan gawai, atau ‘screen time’, kini dinilai kurang relevan. Kunci utama dalam pengasuhan modern ini terletak pada kemampuan beradaptasi dan meningkatkan kualitas penggunaan gawai agar tetap sehat dan edukatif bagi anak.
Pakar pengasuhan anak, Dr. Rose Mini, M.Psi., Psikolog, menekankan bahwa pendekatan yang lebih efektif adalah menggeser fokus dari sekadar membatasi jumlah waktu layar menjadi memastikan kualitas konten yang dikonsumsi anak. “Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membuat anak-anak kita memiliki screen time yang berkualitas, bukan hanya sekadar membatasi,” ujarnya dalam sesi webinar ‘Seni Menjadi Orang Tua di Era Digital’ yang diselenggarakan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Senin (24/6/2024).
Dr. Rose Mini menjelaskan bahwa orang tua perlu memahami bahwa gawai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak saat ini. Alih-alih melarang total, strategi yang lebih bijak adalah mengajarkan anak cara menggunakan teknologi secara bijak dan produktif. Ini mencakup pemilihan aplikasi dan konten yang mendidik, serta bagaimana anak dapat berinteraksi dengan teknologi secara positif.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan gawai. Pendampingan ini bukan berarti mengawasi setiap detik, melainkan membangun komunikasi terbuka mengenai apa yang dilihat dan dipelajari anak dari layar. Dengan demikian, orang tua dapat membantu anak memilah informasi yang benar dan aman, serta mencegah paparan konten negatif.
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPAI Bidang Pau dan Literasi Digital, Kawendra Yetta Saputra, turut menambahkan bahwa adaptasi orang tua terhadap perkembangan teknologi sangat krusial. “Kita tidak bisa membohongi diri sendiri bahwa teknologi itu ada. Kuncinya adalah bagaimana kita sebagai orang tua mampu beradaptasi dan menjadi fasilitator bagi anak-anak kita,” ungkap Kawendra Yetta Saputra. Ia menekankan bahwa orang tua perlu terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi agar dapat memberikan panduan yang tepat kepada anak.
KPAI sendiri terus berupaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya literasi digital bagi anak-anak. Melalui berbagai program dan kegiatan, KPAI berharap dapat membekali orang tua dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menghadapi tantangan pengasuhan di era digital. Pendekatan adaptif dan fokus pada kualitas interaksi anak dengan teknologi diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang cerdas digital dan bertanggung jawab.
