Saturday, 12 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Dampak Dengkuran Pasangan Terhadap Kualitas Tidur: Lebih dari Sekadar Gangguan Suara

Oleh Muzairi M September 12, 2026 47 minutes lalu 0 komentar

Dengkuran yang dihasilkan oleh pasangan tidur ternyata bukan hanya sekadar suara bising yang mengganggu. Ketika fenomena ini terjadi setiap malam, dampaknya dapat merembet pada penurunan kualitas tidur individu yang berada di sebelahnya. Fenomena ini patut menjadi perhatian serius bagi banyak pasangan.

Menurut Dr. Haitham Al-Ali, seorang spesialis THT dari Rumah Sakit King’s College London, mendengkur bukan hanya masalah sepele. Ia menjelaskan, “Dengkuran adalah tanda adanya penyempitan pada saluran napas bagian atas.” Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari posisi tidur, kelelahan, hingga kondisi medis tertentu. Penyempitan ini menyebabkan getaran pada jaringan lunak di sekitar tenggorokan, yang kemudian menghasilkan suara mendengkur.

Gangguan tidur akibat dengkuran pasangan dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk. Seseorang yang terbiasa tidur di samping pendengkur kemungkinan besar akan mengalami kesulitan untuk terlelap, sering terbangun di malam hari, atau tidurnya tidak nyenyak. Akibatnya, mereka mungkin merasakan kelelahan kronis di siang hari, kesulitan berkonsentrasi, dan penurunan produktivitas. Dalam jangka panjang, kurang tidur yang berkualitas dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, dan gangguan mental.

Lebih lanjut, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Medicine pada tahun 2019 menyoroti korelasi antara dengkuran dan tingkat stres pada pasangan. Studi tersebut menemukan bahwa orang yang tidur di samping pendengkur melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidur dalam kondisi tenang. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dengkuran tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis.

Menyikapi kondisi ini, penting bagi pasangan untuk mencari solusi. Konsultasi dengan dokter spesialis THT dapat membantu mengidentifikasi penyebab mendasar dari dengkuran. Berbagai intervensi medis, mulai dari perubahan gaya hidup hingga prosedur bedah, dapat dipertimbangkan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Selain itu, penggunaan penyumbat telinga atau mesin white noise bisa menjadi solusi sementara untuk meredam kebisingan dan membantu mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp