Thursday, 23 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Orang Tua Unggah Momen Anak di Medsos: Antara Dokumentasi dan Risiko Privasi

Oleh Muzairi M July 23, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Fenomena sharenting, yaitu berbagi informasi dan foto anak di media sosial oleh orang tua, semakin marak. Meskipun niatnya seringkali baik untuk merekam tumbuh kembang buah hati, praktik ini menyimpan potensi risiko yang mengintai privasi, identitas, bahkan masa depan anak. Jejak digital yang tercipta dari unggahan-unggahan tersebut bisa berdampak jangka panjang.

Psikolog anak, Vera Itabiliti, menyoroti bahwa banyak orang tua tidak menyadari konsekuensi dari sharenting. “Orang tua seringkali tidak berpikir panjang, mereka hanya ingin berbagi momen bahagia. Padahal, apa yang mereka unggah itu akan terekam selamanya di dunia maya,” ujar Vera dalam sebuah diskusi daring pada Rabu, 24 Mei 2023.

Dampak negatif dari sharenting bisa sangat beragam. Anak yang tumbuh dengan informasi pribadinya tersebar luas berisiko mengalami perundungan daring (cyberbullying) atau bahkan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, identitas anak bisa terekspos secara berlebihan, yang berpotensi mengganggu perkembangan kepribadian mereka di masa depan.

Menurut data yang dipaparkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tercatat ada 50% anak yang menjadi korban perundungan siber di Indonesia. Angka ini menunjukkan betapa rentannya anak-anak di dunia digital dan betapa pentingnya menjaga privasi mereka. KPAI mengingatkan bahwa konten yang diunggah orang tua, meskipun terlihat tidak berbahaya, bisa menjadi celah bagi pelaku kejahatan siber.

Praktisi hukum, Muhammad Joni, menambahkan bahwa dari sisi hukum, sharenting berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang telah diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. “Setiap orang tua wajib melindungi anak, termasuk dari penyalahgunaan data pribadi mereka di internet,” tegas Joni.

Meskipun demikian, bukan berarti orang tua dilarang sama sekali untuk mendokumentasikan momen anak. Kuncinya adalah bijak dan berhati-hati. Vera menyarankan agar orang tua lebih selektif dalam memilih konten yang akan dibagikan, serta mempertimbangkan dampaknya bagi anak. “Penting untuk bertanya pada diri sendiri, apakah anak saya akan nyaman jika ini dilihat oleh orang lain, termasuk orang yang tidak ia kenal?” tuturnya.

Diskusi yang diselenggarakan oleh Komunitas Ibu Cerdas bertajuk “Sharenting: Merekam Tumbuh Kembang, Menggadaikan Privasi Anak?” ini juga menekankan pentingnya edukasi literasi digital bagi orang tua. Pemahaman mengenai jejak digital, risiko keamanan siber, dan hak privasi anak perlu ditingkatkan agar praktik berbagi momen di media sosial dapat dilakukan secara aman dan bertanggung jawab.

Bagikan: Facebook X WhatsApp