Thursday, 23 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Permainan Tradisional Anak Indonesia Tergerus Zaman, Potensi Hilangnya Budaya Lokal

Oleh Muzairi M July 23, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Fenomena menghilangnya permainan tradisional anak-anak Indonesia dari keseharian generasi muda menjadi sorotan. Dulu menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil, kini ragam permainan rakyat tersebut perlahan tergeser oleh hadirnya teknologi dan tren global.

Perubahan gaya hidup dan kemajuan teknologi menjadi faktor utama lunturnya popularitas permainan tradisional. Anak-anak kini lebih akrab dengan gawai, permainan digital, dan tontonan dari layar kaca. Akibatnya, permainan seperti petak umpet, congklak, engklek, atau kelereng yang dahulu ramai dimainkan di halaman rumah atau gang sempit, kini nyaris tak terlihat.

Kepala Bidang Kebudayaan Kemendikbudristek, Drs. Hilmar Farid, M.A., dalam sebuah kesempatan pernah menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya, termasuk permainan anak. Ia menyatakan, “Permainan tradisional adalah bagian dari kekayaan budaya bangsa yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.” Namun, realitas di lapangan menunjukkan tantangan besar dalam upaya pelestarian tersebut.

Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2023 oleh lembaga riset independen menunjukkan penurunan signifikan dalam partisipasi anak-anak usia 7-12 tahun dalam permainan tradisional. Angka tersebut tercatat kurang dari 20% di perkotaan, sementara di daerah pedesaan masih sedikit lebih tinggi namun terus menurun. Penurunan ini mengindikasikan potensi hilangnya memori kolektif dan keterampilan motorik halus yang diasah melalui permainan-permainan ini.

Para pegiat budaya dan pendidik menyuarakan keprihatinan atas tren ini. Mereka berpendapat bahwa selain meredupnya identitas budaya, hilangnya permainan tradisional juga berdampak pada perkembangan sosial dan fisik anak. Permainan tradisional seringkali melibatkan interaksi langsung antarindividu, mengajarkan kerja sama, strategi, serta melatih kelincahan dan kekuatan fisik.

Upaya revitalisasi permainan tradisional mulai digalakkan melalui berbagai program, seperti festival permainan rakyat dan pengenalan kembali permainan ini di lingkungan sekolah. Namun, efektivitas program-program tersebut masih perlu dievaluasi lebih lanjut. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk memastikan bahwa warisan budaya tak benda ini tidak sekadar menjadi catatan sejarah, melainkan tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp