Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) secara resmi menyetujui terapi inovatif bernama Garetosmab-grts, yang dikenal sebagai Pasatru, untuk mengurangi pembentukan lesi heterotopik ossifikasi dan kekambuhannya pada orang dewasa yang mengidap fibrodysplasia ossificans progressiva (FOP). Keputusan ini menandai tonggak penting dalam penanganan kondisi langka yang sangat membatasi.
Pasatru, sebuah antibodi monoklonal, diberikan melalui infus intravena. Menurut Regeneron, perusahaan di balik terapi ini, Pasatru merupakan terapi pertama yang disetujui oleh FDA yang secara spesifik menargetkan pengurangan lesi heterotopik ossifikasi baru pada pasien FOP. FOP sendiri adalah kelainan genetik langka yang menyebabkan jaringan lunak tubuh secara bertahap berubah menjadi tulang, menghambat fungsi otot, tendon, ligamen, dan jaringan ikat lainnya.
Persetujuan ini didasarkan pada data yang menunjukkan efektivitas Pasatru dalam mengelola gejala FOP. Kondisi ini sering kali menyebabkan kecacatan yang signifikan dan menurunkan kualitas hidup penderitanya secara drastis. Dengan adanya Pasatru, pasien FOP kini memiliki pilihan pengobatan baru yang diharapkan dapat memberikan harapan lebih besar untuk mengendalikan perkembangan penyakit.
Sebelum persetujuan ini, pilihan pengobatan untuk FOP sangat terbatas, dan fokus utama adalah pada manajemen gejala dan perawatan suportif. Kemunculan Pasatru menawarkan pendekatan yang lebih proaktif dalam menangani akar masalah pembentukan tulang abnormal pada FOP, yang berpotensi mencegah atau memperlambat progresi penyakit.
Regeneron menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk membuat Pasatru tersedia bagi pasien FOP yang memenuhi syarat. Detail lebih lanjut mengenai ketersediaan dan proses penerimaan terapi ini diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat. Persetujuan FDA ini merupakan bukti kemajuan dalam penelitian biomedis dan harapan baru bagi komunitas FOP di seluruh dunia.
