Seorang pasien penerima transplantasi ginjal yang menderita malakoplakia progresif akibat infeksi Escherichia coli multidrug-resistant (MDR) dilaporkan berhasil diobati menggunakan koktail bacteriophage (fage) rekayasa. Ini merupakan terapi fage rekayasa pertama yang diberikan kepada manusia, menandai terobosan dalam penanganan infeksi bakteri yang sulit diobati.
Malakoplakia merupakan kondisi peradangan langka yang seringkali dipicu oleh infeksi bakteri. Pada kasus ini, infeksi Escherichia coli yang resisten terhadap berbagai antibiotik menjadi penyebab utama keparahan penyakit pasien. Upaya pengobatan konvensional dengan antibiotik dilaporkan tidak memberikan hasil yang memuaskan, sehingga para peneliti mencari alternatif terapi.
Bakteriophage, atau fage, adalah virus yang secara alami menginfeksi dan menghancurkan bakteri. Dalam beberapa tahun terakhir, fage telah menunjukkan potensi besar sebagai alternatif non-tradisional untuk antibiotik, terutama bagi pasien yang terinfeksi bakteri resisten obat. Kemampuannya yang spesifik menargetkan bakteri patogen tanpa merusak bakteri baik di dalam tubuh menjadi keunggulan tersendiri.
Pasien yang diobati dalam laporan kasus yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal Clinical Infectious Diseases menerima terapi yang disebut SNIPR001. Terapi ini dikembangkan oleh SNIPR Biome dan terdiri dari empat jenis fage yang direkayasa untuk secara efektif melawan strain Escherichia coli yang menginfeksi pasien.
Keberhasilan terapi SNIPR001 pada pasien ini memberikan harapan baru bagi individu yang menghadapi infeksi bakteri MDR yang mengancam jiwa, terutama ketika pilihan pengobatan konvensional telah habis. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan terapi fage rekayasa ini untuk berbagai jenis infeksi bakteri resisten di masa depan.
