Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Terapi Alergi Kacang: Remisi Jauh Lebih Unggul Dibanding Desensitisasi untuk Hasil Jangka Panjang

Oleh Rini Widiyarti August 19, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Allergy mengungkap perbedaan signifikan dalam hasil jangka panjang pasien alergi kacang. Studi ini menemukan bahwa pasien yang berhasil mencapai remisi alergi pasca-terapi oral imunoterapi (OIT) kacang menunjukkan perbaikan yang lebih besar dibandingkan mereka yang hanya mengalami desensitisasi.

Penelitian lanjutan dari uji coba terkontrol secara acak bertajuk PPOIT-003LT ini melibatkan 129 pasien. Para partisipan telah menyelesaikan program 18 bulan terapi OIT kacang dosis tinggi (2.000 mg), OIT kacang dosis tinggi saja, atau plasebo. Peneliti utama, Mimi Tang, MBBS, PhD, FRACP, FRCPA, FAAAAI, yang juga menjabat sebagai direktur Allergy Translation Centre dan pemimpin grup imunologi alergi di Murdoch Children’s Research Institute, beserta timnya melakukan evaluasi terhadap para pasien tersebut.

Hasil studi ini memberikan wawasan krusial mengenai efektivitas berbagai pendekatan dalam penanganan alergi kacang. Pasien yang mencapai remisi, sebuah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak lagi bereaksi berlebihan terhadap alergen, menunjukkan stabilitas dan kualitas hidup yang lebih baik dalam jangka waktu yang lebih lama. Sebaliknya, desensitisasi, yang bertujuan mengurangi reaksi alergi tanpa menghilangkan sepenuhnya, tampaknya memberikan manfaat yang kurang berkelanjutan.

Temuan ini sangat penting bagi para klinisi dan pasien dalam menentukan strategi terapi alergi kacang yang paling efektif. Pemahaman mendalam mengenai perbedaan antara remisi dan desensitisasi, serta dampaknya terhadap hasil jangka panjang, akan membantu dalam pengambilan keputusan medis yang lebih tepat sasaran. Lebih lanjut, studi ini membuka jalan bagi penelitian di masa depan untuk mengoptimalkan protokol OIT guna mencapai remisi yang lebih luas dan tahan lama bagi penderita alergi kacang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp