Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Operasi Sinus FESS, Pilihan Minimal atau Maksimal, Sama Efektif Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Polip Hidung Kronis

Oleh Rini Widiyarti August 18, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Kualitas hidup pasien dengan rhinosinusitis kronis yang disertai polip hidung menunjukkan peningkatan signifikan setelah menjalani operasi sinus fungsional endoskopi, baik yang dilakukan secara penuh maupun terbatas. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Allergy ini mengungkapkan bahwa kedua pendekatan bedah tersebut memberikan efek yang serupa dalam memperbaiki kondisi pasien.

Penelitian ini menyoroti bahwa penurunan skor Sino-Nasal Outcome Test (SNOT) secara keseluruhan melampaui perbedaan klinis yang bermakna pada kedua kelompok pasien. Namun, perbedaan yang lebih rinci antar kedua kelompok tersebut tidak tercapai setelah periode 12 atau 24 bulan.

Dalam uji coba terkontrol secara acak bertajuk AirGOs Operative trial, para peneliti yang dipimpin oleh Paula Virkkula, MD, PhD, dari Helsinki University Hospital dan University of Helsinki, menganalisis data pasien yang menjalani dua jenis prosedur bedah sinus.

Pasien dalam penelitian ini didiagnosis dengan rhinosinusitis kronis yang disertai polip hidung. Kondisi ini sering kali menyebabkan gejala yang mengganggu kualitas hidup, seperti hidung tersumbat, hilangnya indra penciuman, rasa tidak nyaman di wajah, dan produksi lendir yang berlebihan.

Studi ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antara operasi sinus fungsional endoskopi (FESS) yang mencakup pembersihan seluruh rongga sinus yang terlibat (operasi penuh) dengan FESS yang hanya menargetkan area yang paling terpengaruh (operasi terbatas).

Temuan awal menunjukkan bahwa pasien yang menjalani kedua jenis operasi FESS mengalami perbaikan yang substansial dalam kualitas hidup terkait kesehatan. Hal ini diukur melalui berbagai parameter yang tercakup dalam kuesioner SNOT, yang mengevaluasi gejala dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.

Meskipun demikian, data jangka panjang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan statistik yang signifikan dalam tingkat perbaikan kualitas hidup antara pasien yang menerima operasi penuh dan operasi terbatas pada pengamatan 12 dan 24 bulan pasca-operasi. Hal ini mengindikasikan bahwa pemilihan jenis operasi, dalam konteks penelitian ini, tidak secara fundamental mengubah hasil jangka panjang terkait kualitas hidup pasien.

Para peneliti menekankan bahwa keputusan mengenai jenis operasi yang paling sesuai harus tetap mempertimbangkan kondisi klinis spesifik setiap pasien, termasuk tingkat keparahan polip hidung dan anatomi rongga sinus. Namun, studi ini memberikan bukti penting bahwa kedua pendekatan bedah dapat menjadi pilihan yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan pasien dengan rhinosinusitis kronis polipoid.

Bagikan: Facebook X WhatsApp