Friday, 24 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Teknik Khusus Atasi Lensa Mata Goyah pada Pasien Lansia di Operasi Katarak

Oleh Rini Widiyarti July 24, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Operasi katarak pada pasien lansia dengan kondisi lensa mata goyah (phacodonesis) memerlukan penanganan khusus. Seorang pasien berusia 94 tahun dengan katarak dan sindrom pseudoeksfoliasi menjadi contoh kasus yang menunjukkan tantangan tersebut. Mata kanan pasien menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan mata kiri, yang memiliki tingkat kelemahan zonula lebih parah.

Usia lanjut seringkali disertai kerapuhan jaringan struktural mata. Kondisi ini diperparah oleh kelemahan zonula yang progresif akibat sindrom pseudoeksfoliasi. Kombinasi tersebut meningkatkan risiko kehilangan kapsul lensa selama operasi, phacodonesis yang signifikan, atau pergeseran lensa tanam (IOL) setelah operasi.

Sebelumnya, pasien tersebut telah menjalani operasi katarak yang sukses pada mata kanannya. Mata kanan ini diketahui memiliki material fibrilar pseudoeksfoliasi yang lebih sedikit dan struktur yang lebih baik.

Dalam kasus mata kiri yang lebih kompleks, tim medis menerapkan teknik bedah yang dimodifikasi untuk menjaga integritas kapsul lensa. Salah satu strategi yang dipertimbangkan adalah penggunaan cincin kapsular (capsular tension ring) untuk memberikan dukungan tambahan pada kapsul lensa yang lemah. Cincin ini membantu mendistribusikan tekanan secara merata dan mencegah robeknya kapsul selama prosedur.

Selain itu, penggunaan teknik fakoemulsifikasi yang hati-hati dengan energi ultrasonik yang minimal sangat krusial. Dokter bedah harus sangat cermat dalam memanipulasi fragmen lensa untuk menghindari trauma berlebih pada struktur mata yang rapuh. Penggunaan viskoelastik yang tepat juga berperan penting dalam melindungi endotel kornea dan menjaga ruang anterior selama operasi.

Pemilihan jenis lensa tanam (IOL) juga menjadi pertimbangan penting. Pada kasus dengan zonula yang lemah, lensa yang dirancang untuk stabilitas ekstra atau yang dapat difiksasi dengan baik ke sklera mungkin lebih diutamakan.

Pascaoperasi, pemantauan ketat diperlukan untuk mendeteksi dini potensi komplikasi seperti peradangan, infeksi, atau pergeseran lensa. Pemberian obat-obatan anti-inflamasi dan tetes mata sesuai resep dokter menjadi bagian integral dari perawatan pasca-operasi untuk memastikan penyembuhan yang optimal dan menjaga kesehatan mata jangka panjang pasien.

Bagikan: Facebook X WhatsApp