Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
DUNIA

Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan untuk Menantu, Diduga Terkait Insiden PM Anwar Ibrahim Dirawat

Oleh Heni Maulidya August 11, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, dilaporkan telah mencabut gelar kerajaan dari menantunya. Keputusan ini diambil karena dinilai telah mencoreng nama baik institusi kesultanan. Dugaan kuat mengarah pada insiden yang melibatkan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Meskipun detail pasti mengenai kaitan antara tindakan menantu Sultan dengan insiden yang menimpa PM Anwar Ibrahim belum sepenuhnya terungkap ke publik, pencabutan gelar ini menjadi sorotan. Juru Bicara Istana Brunei, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan konsekuensi dari perilaku yang tidak pantas.

Pencabutan gelar kerajaan ini merupakan langkah tegas yang diambil oleh Sultan Hassanal Bolkiah. Hal ini menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga kehormatan dan citra positif Kerajaan Brunei Darussalam. Perilaku yang dianggap mencoreng nama baik kerajaan menjadi alasan utama di balik keputusan drastis ini.

Peristiwa ini berawal ketika Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dijadwalkan bertemu dengan Sultan Brunei, dikabarkan harus menjalani perawatan medis. Detail mengenai alasan pasti perawatan PM Anwar Ibrahim, termasuk apakah ada kaitannya dengan menantu Sultan, masih menjadi spekulasi. Namun, kemunculan laporan pencabutan gelar kerajaan tak lama setelah insiden tersebut memicu pertanyaan publik.

Sebelumnya, menantu Sultan Brunei tersebut menyandang gelar kerajaan yang menunjukkan kedekatannya dengan keluarga istana. Namun, kini gelar tersebut telah dicabut secara resmi. Istana secara tegas menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan matang dan evaluasi terhadap tindakan yang bersangkutan.

Pihak Kerajaan Brunei Darussalam menekankan pentingnya menjaga etika dan perilaku yang sesuai dengan martabat kerajaan. Tindakan tegas ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi seluruh anggota keluarga besar kerajaan agar senantiasa menjaga nama baik institusi. Hingga kini, belum ada pernyataan lebih lanjut dari pihak Kerajaan Brunei Darussalam maupun Malaysia mengenai keterkaitan langsung antara kedua peristiwa tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp