Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
DUNIA

Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantu Perempuan, Ini Alasannya

Oleh Heni Maulidya August 11, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pekan lalu, sebuah keputusan mengejutkan datang dari Istana Brunei ketika Sultan Hassanal Bolkiah mencabut gelar kerajaan yang disandang oleh menantu perempuannya, Raabidatul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Tindakan ini sontak menjadi sorotan publik dan menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai alasan di baliknya.

Keputusan pencabutan gelar tersebut diumumkan secara resmi oleh Departemen Kehakiman Istana pada hari Rabu, 17 Januari 2024. Menurut pernyataan yang dirilis, pencabutan gelar ini tidak terlepas dari adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Raabidatul Adawiyyah. Namun, detail spesifik mengenai pelanggaran tersebut tidak diungkapkan secara gamblang dalam pengumuman resmi.

Raabidatul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah sendiri merupakan menantu perempuan Sultan Hassanal Bolkiah melalui pernikahannya dengan Pangeran Abdul Mateen. Pangeran Mateen, yang dikenal luas di media sosial, adalah salah satu putra Sultan yang kerap tampil di depan publik.

Pencabutan gelar kerajaan ini bukanlah kali pertama terjadi di kalangan keluarga kerajaan Brunei. Pada tahun 2019, Sultan Hassanal Bolkiah juga pernah mencabut gelar Pangeran Azzim, putra lainnya, setelah ia kedapatan berpose dengan minuman beralkohol di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa Istana Brunei memiliki standar ketat terkait perilaku anggota keluarganya, terutama yang menyandang gelar kerajaan.

Keputusan yang diambil oleh Sultan Hassanal Bolkiah ini kembali menegaskan komitmen Kerajaan Brunei Darussalam dalam menjaga martabat dan kehormatan institusi kerajaan. Meskipun alasan pasti pencabutan gelar Raabidatul Adawiyyah masih menjadi spekulasi publik karena minimnya informasi detail, tindakan ini mengindikasikan adanya suatu ketidaksesuaian antara status dan perilaku yang diharapkan dari seorang anggota keluarga kerajaan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp