Moskow kembali melancarkan serangan rudal balistik ke Ibu Kota Ukraina, Kyiv, pada Minggu (19/7). Gempuran ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang terus berkecamuk antara kedua negara.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa wilayah Kyiv. Otoritas Ukraina telah mengonfirmasi adanya korban jiwa dan luka-luka akibat serangan rudal balistik ini. Rincian pasti mengenai jumlah korban dan tingkat kerusakan masih terus didata oleh pihak berwenang setempat.
Menurut laporan dari Kementerian Pertahanan Rusia, serangan yang dilancarkan pada Minggu itu ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur militer Ukraina. Pihak Rusia mengklaim bahwa rudal balistik yang digunakan memiliki akurasi tinggi dan berhasil mencapai target yang ditentukan. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, dalam sebuah taklimat.
Menanggapi serangan tersebut, Ukraina menyatakan telah berhasil mencegat sejumlah rudal balistik yang diluncurkan oleh Rusia. Komando Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka aktif berupaya menangkis serangan. Meskipun demikian, tidak semua rudal berhasil dihalau, sehingga sebagian tetap menghantam sasaran.
Seorang pejabat Ukraina, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kepada media bahwa serangan ini merupakan upaya Rusia untuk meningkatkan tekanan militer di tengah situasi perang yang memanas. “Setiap hari, warga sipil Ukraina menghadapi ancaman dari serangan Rusia. Ini menunjukkan bahwa konflik ini belum berakhir dan membutuhkan perhatian internasional yang lebih besar,” ujarnya.
Pihak Ukraina berjanji akan terus melakukan investigasi mendalam terhadap dampak serangan dan akan memberikan informasi terbaru seiring dengan perkembangan situasi. Serangan rudal balistik terbaru ini kembali menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut dalam konflik Rusia-Ukraina, serta dampaknya terhadap stabilitas regional.
