Kyiv, Ukraina – Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan rudal balistik besar-besaran pada Selasa pagi, 19 Maret 2024. Serangan ini dilaporkan menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai beberapa lainnya, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang terus berlanjut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan tersebut sebagai “salah satu serangan rudal balistik paling masif” yang pernah dilancarkan terhadap ibu kota negaranya. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai identitas korban tewas atau jumlah pasti korban luka, namun pihak berwenang Ukraina tengah melakukan penyelidikan mendalam.
Pihak militer Ukraina mengonfirmasi bahwa mereka berhasil menembak jatuh sejumlah rudal yang diarahkan ke Kyiv. Namun, beberapa rudal dilaporkan berhasil menembus pertahanan udara dan menghantam sejumlah area di kota tersebut. Sirene serangan udara meraung-raung di seluruh kota saat insiden terjadi, memaksa warga untuk mencari perlindungan.
Serangan rudal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina, serta kekhawatiran internasional mengenai potensi serangan berkelanjutan. Militer Rusia belum memberikan komentar resmi terkait serangan terbaru ini. Namun, pada hari-hari sebelumnya, Rusia telah meningkatkan frekuensi serangan terhadap infrastruktur energi dan militer Ukraina.
Pemerintah Ukraina menyerukan bantuan militer lebih lanjut dari sekutu internasional untuk memperkuat pertahanan udara mereka. “Kami membutuhkan lebih banyak sistem pertahanan udara untuk melindungi warga kami dari teror Rusia,” ujar seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Ukraina. Serangan ini menambah daftar panjang korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022.
