Thursday, 23 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Risiko Kematian Akibat Penyakit Jantung Iskemik di AS: Studi Ungkap Mayoritas Dapat Dicegah

Oleh Rini Widiyarti July 23, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Cardiology mengungkapkan bahwa sebagian besar kematian akibat penyakit jantung iskemik (PJI) di Amerika Serikat, yang merupakan penyebab kematian utama, dapat dicegah. Temuan ini menyoroti peran krusial faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti tekanan darah, pola makan, dan kadar LDL.

Meskipun angka kematian akibat PJI di AS telah mengalami penurunan signifikan sejak tahun 1990, studi tersebut menegaskan bahwa hampir seluruh kematian masih terkait erat dengan faktor-faktor yang bisa dikendalikan. Hal ini menyiratkan adanya peluang besar untuk intervensi pencegahan yang lebih efektif.

Para peneliti melaporkan bahwa paparan terhadap beberapa faktor risiko PJI yang dapat dimodifikasi justru mengalami peningkatan sejak 1990, termasuk kadar glukosa plasma puasa yang tinggi dan Indeks Massa Tubuh (BMI) yang tinggi. Namun, di sisi lain, paparan terhadap tembakau, timbal, dan partikulat halus di udara menunjukkan tren penurunan.

Penyakit jantung iskemik (PJI) sendiri di Amerika Serikat memegang predikat sebagai penyebab kematian tertinggi, yang sebagian besar dipicu oleh faktor metabolik yang dapat diubah. Studi ini secara spesifik mengidentifikasi bahwa peningkatan kadar kolesterol LDL (“kolesterol jahat”), tekanan darah tinggi, dan kadar gula darah tinggi merupakan kontributor utama terhadap beban kematian PJI di AS.

Lebih lanjut, analisis data yang dilakukan dalam studi ini mengindikasikan bahwa hampir 90% dari kematian terkait PJI di Amerika Serikat dapat dikaitkan dengan faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi tersebut. Data ini dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk survei kesehatan nasional dan data kematian.

Para peneliti menekankan pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko PJI. Strategi yang berfokus pada perbaikan pola makan, pengelolaan berat badan, kontrol tekanan darah, dan manajemen kadar gula darah memiliki potensi besar untuk mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung iskemik di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp