Temuan studi terbaru menunjukkan bahwa memulai pemantauan gula darah berkelanjutan (Continuous Glucose Monitoring/CGM) di fasilitas layanan primer, seperti puskesmas, dapat memberikan dampak positif signifikan bagi pasien diabetes. Inisiatif ini terbukti meningkatkan kadar HbA1c dan menurunkan angka kunjungan rawat inap serta Unit Gawat Darurat (UGD) yang berulang.
Penelitian yang baru saja dipublikasikan ini menggarisbawahi peran penting layanan primer dalam mengelola kesehatan pasien diabetes secara komprehensif. Dr. Sybil J. Hodgson, MD, selaku asisten wakil presiden layanan klinis di Montefiore Medical Group, menyambut baik hasil studi ini. “Sangat menyegarkan melihat dampak kemajuan terapi terkini di dalam layanan primer,” ujar Dr. Hodgson kepada Healio. Ia menambahkan, “Layanan primer adalah garis terdepan bagi pasien dalam mengelola kesehatan mereka. Sangat penting bagi pasien untuk menerima perawatan melalui penyedia layanan primer mereka yang mendukung pencapaian tujuan perawatan mereka.”
Studi ini secara spesifik menyoroti bahwa integrasi CGM ke dalam praktik layanan primer berpotensi menjadi strategi yang ideal untuk deteksi dini dan intervensi pada pasien diabetes. Dengan memantau kadar glukosa secara real-time dan berkelanjutan, penyedia layanan primer dapat membuat keputusan klinis yang lebih tepat dan cepat. Hal ini berkontribusi pada penyesuaian regimen pengobatan yang lebih personal, sehingga membantu pasien mencapai target kontrol glikemik yang lebih baik.
Lebih lanjut, data yang dihimpun menunjukkan korelasi antara penerapan CGM di layanan primer dengan penurunan beban rumah sakit. Pasien yang menjalani pemantauan ini cenderung mengalami episode hipoglikemia atau hiperglikemia berat yang memerlukan intervensi medis darurat lebih sedikit. Hal ini tidak hanya meringankan beban finansial dan emosional pasien serta keluarga, tetapi juga mengurangi tekanan pada sistem layanan kesehatan secara keseluruhan.
Temuan ini mengindikasikan bahwa perluasan akses terhadap teknologi CGM di tingkat layanan primer dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes sekaligus mengoptimalkan efisiensi sistem kesehatan.
