Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Rekam Medis Elektronik Ungkap Risiko Demensia di Layanan Primer

Oleh Rini Widiyarti August 18, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Layanan kesehatan primer kini memiliki alat baru untuk mendeteksi dini potensi gangguan kognitif ringan hingga demensia. Melalui pemanfaatan rekam medis elektronik (EHR), penyedia layanan kesehatan dapat mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi, sebuah temuan yang dipresentasikan dalam Alzheimer’s Association International Conference.

Sascha Dublin, MD, PhD, seorang peneliti senior dari Kaiser Permanente Washington Health Research Institute, memaparkan pentingnya inovasi ini. “Untuk mengatasi masalah bahwa 50% penderita demensia belum terdiagnosis, kami telah mengembangkan skor risiko berbasis rekam medis elektronik,” ujarnya saat presentasi. Pengembangan ini memanfaatkan kecerdasan buatan melalui metode machine learning.

Alat yang dikembangkan ini, dikenal sebagai EHR Risk of Alzheimer’s and Dementia Assessment, dirancang untuk menganalisis data pasien yang tersimpan dalam sistem EHR. Algoritma machine learning yang canggih mampu mendeteksi pola-pola halus yang mungkin mengindikasikan peningkatan risiko terhadap kondisi demensia. Data yang digunakan mencakup berbagai informasi klinis dan demografis pasien.

Dublin menjelaskan lebih lanjut bahwa sistem ini dirancang untuk memberikan peringatan dini kepada dokter di layanan primer. Dengan demikian, mereka dapat mengambil langkah pencegahan atau intervensi yang lebih cepat. “Kami ingin memberdayakan dokter agar dapat mengidentifikasi individu yang mungkin tidak menyadari risiko mereka sendiri,” tambahnya. Pendekatan proaktif ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat diagnosis dan memungkinkan pasien untuk mengakses perawatan serta dukungan yang dibutuhkan lebih awal.

Temuan ini memberikan harapan baru dalam penanganan demensia yang seringkali terdeteksi terlambat. Dengan integrasi teknologi canggih seperti EHR dan machine learning, sistem kesehatan dapat menjadi lebih efisien dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko penyakit degeneratif ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp