Sebuah intervensi berbasis ‘dorongan’ (nudge) pada rekam medis elektronik (EHR) berhasil meningkatkan signifikan pengujian molekuler pada pasien kanker paru jenis non-small cell lung cancer (NSCLC) stadium awal. Studi ini memberikan bukti konsep bahwa strategi ini efektif dan berpotensi diterapkan lebih luas dalam penanganan kanker.
Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menjadikan opsi tertentu sebagai pilihan default yang paling mudah diakses dalam sistem rekam medis elektronik, perubahan menuju penanganan yang sesuai pedoman dapat tercapai. Strategi ini dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam pengaturan neoadjuvant pada NSCLC non-squamous, serta secara umum dalam perawatan kanker, baik di pusat medis besar maupun di komunitas.
Melina E. Marmarelis, MD, MSCE, seorang profesor madya kedokteran di University of Pennsylvania, yang terlibat dalam penelitian ini, menyatakan, “Jika Anda menjadikan sesuatu sebagai opsi default termudah dalam sistem rekam medis elektronik, itu dapat mengarah pada perubahan yang sesuai dengan pedoman.”
Uji coba ini secara spesifik berfokus pada pasien dengan NSCLC stadium awal. EHR nudge-based intervention yang diterapkan terbukti mampu mendorong para dokter untuk melakukan uji molekuler yang direkomendasikan oleh pedoman. Peningkatan ini krusial karena pengujian molekuler memberikan informasi penting untuk menentukan pilihan pengobatan yang paling efektif bagi pasien.
Keberhasilan strategi ini membuka pandangan baru dalam implementasi pedoman klinis. Dengan memanfaatkan teknologi EHR, perubahan perilaku dalam praktik medis dapat dipermudah dan dipercepat. Potensi penerapan tidak hanya terbatas pada kanker paru, tetapi juga dapat diperluas ke berbagai jenis kanker lainnya, serta dapat diadopsi oleh berbagai fasilitas kesehatan, dari rumah sakit besar hingga klinik komunitas.
