Monday, 31 August 2026
BREAKING
DUNIA

Ratusan Jenazah Korban Banjir Nepal Dikubur Massal dengan Sistem Pelacakan DNA

Oleh Heni Maulidya August 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pemerintah Nepal telah memulai proses pemakaman massal bagi ratusan korban banjir bandang yang jenazahnya tidak teridentifikasi. Upacara yang menyentuh ini berlangsung di hutan Devghat, wilayah Chitwan, sebagai langkah terakhir untuk memberikan penghormatan sekaligus memfasilitasi kemungkinan identifikasi di masa depan.

Proses pemakaman massal ini tidak hanya sekadar penguburan. Pemerintah Nepal menerapkan sistem pencatatan yang cermat, termasuk pengambilan sampel DNA dari setiap jenazah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa identitas para korban dapat dilacak di kemudian hari, meskipun saat ini mereka tidak dapat dikenali.

Langkah ini diambil menyusul bencana banjir bandang yang melanda Nepal, menyebabkan ratusan korban jiwa. Banyak dari mereka yang hanyut dan ditemukan tanpa identitas yang jelas, menyulitkan keluarga untuk menemukan orang yang mereka cintai. Pemakaman massal ini menjadi solusi sementara sekaligus upaya menjaga martabat para korban.

Pihak berwenang setempat mengungkapkan bahwa proses identifikasi awal telah dilakukan semaksimal mungkin, namun jumlah korban yang tidak teridentifikasi tetap signifikan. “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengidentifikasi setiap jenazah. Namun, kondisi pascabencana membuat hal itu sangat sulit. Pemakaman massal ini adalah cara kami untuk memberikan tempat peristirahatan terakhir bagi mereka,” ujar seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya.

Sistem pelacakan DNA yang diterapkan diharapkan dapat memberikan harapan bagi keluarga yang masih mencari kerabat mereka yang hilang. Dengan adanya catatan DNA, proses identifikasi di masa depan, seandainya ada informasi baru yang muncul, akan menjadi lebih terarah. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah Nepal untuk menangani dampak kemanusiaan dari bencana alam yang terjadi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp