Washington D.C. – Kebijakan baru yang disahkan di Amerika Serikat berpotensi menyebabkan hilangnya cakupan jaminan kesehatan Medicaid bagi hampir 500.000 warga yang hidup dengan diabetes. Perubahan ini, yang diperkirakan mulai berlaku pada tahun 2034, merupakan imbas dari undang-undang kongres yang ditandatangani pada Juli 2025.
Laporan dari American Diabetes Association (ADA) mengindikasikan bahwa undang-undang yang dikenal sebagai H.R. 1, atau “One Big Beautiful Bill Act”, akan memangkas dukungan federal untuk program Medicaid sebesar 930 miliar dolar selama satu dekade. Selain itu, undang-undang ini juga membawa perubahan pada Affordable Care Act (ACA) yang dapat berdampak pada penurunan jumlah peserta program Medicaid.
White paper yang diterbitkan oleh ADA merinci potensi dampak dari perubahan kebijakan ini. Sebanyak 6 juta warga Amerika dengan diabetes saat ini terdaftar sebagai penerima manfaat Medicaid. Dengan adanya pemangkasan anggaran dan perubahan regulasi ACA, diperkirakan sekitar 470.000 hingga 490.000 individu dari kelompok ini berisiko kehilangan perlindungan kesehatan mereka.
Pemangkasan anggaran Medicaid sebesar 930 miliar dolar merupakan komponen kunci dari “One Big Beautiful Bill Act”. Angka ini mencerminkan pengurangan signifikan dalam pendanaan federal yang selama ini menopang program jaminan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan, termasuk penderita diabetes.
Selain pemangkasan anggaran, perubahan pada Affordable Care Act juga menjadi sorotan. Meskipun rincian spesifik mengenai perubahan ACA tidak dijelaskan secara mendalam dalam laporan, implikasinya terhadap pendaftaran program Medicaid diperkirakan akan memperburuk situasi bagi para penerima manfaat yang ada. Hal ini dapat terjadi melalui berbagai mekanisme, seperti pengetatan kriteria kelayakan atau perubahan dalam struktur insentif.
American Diabetes Association menyuarakan keprihatinan mendalam atas potensi konsekuensi dari kebijakan ini. Hilangnya akses terhadap cakupan Medicaid dapat berarti terputusnya akses terhadap perawatan medis esensial, obat-obatan, dan pemeriksaan rutin yang sangat dibutuhkan oleh penderita diabetes untuk mengelola kondisi mereka secara efektif. Ketiadaan jaminan kesehatan yang memadai dapat berujung pada komplikasi kesehatan yang lebih serius dan peningkatan biaya perawatan kesehatan dalam jangka panjang.
