Saturday, 15 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Penundaan Diagnosis Penyakit Ginjal IgA Umum Terjadi di Amerika Serikat

Oleh Rini Widiyarti August 15, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Penelitian terbaru mengungkap adanya jeda waktu yang signifikan antara kemunculan gejala hingga diagnosis penyakit ginjal IgA (immunoglobulin A nephropathy) pada pasien di Amerika Serikat. Temuan ini menjadi sorotan mengingat pentingnya diagnosis dini untuk penanganan penyakit yang dapat memengaruhi fungsi ginjal.

Studi yang dilakukan oleh James Tumlin, MD, seorang profesor kedokteran spesialis nefrologi di Emory University School of Medicine, bersama timnya, melibatkan wawancara telepon dan survei daring terhadap 126 orang dewasa di Amerika Serikat. Periode pengumpulan data berlangsung dari November hingga Desember 2025. Para partisipan memiliki usia median 42 tahun, dengan 34% di antaranya adalah perempuan, dan 50% merupakan non-Hispanik kulit putih. Semua partisipan telah didiagnosis IgA nephropathy melalui biopsi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien, tepatnya 88%, telah mengalami berbagai gejala sebelum akhirnya terdiagnosis IgA nephropathy. Gejala yang paling sering dilaporkan adalah kelelahan, yang dialami oleh 75% responden. Selain itu, hematuria atau adanya darah dalam urine juga menjadi salah satu keluhan yang kerap muncul.

Penundaan dalam proses diagnosis ini dapat berdampak pada perkembangan penyakit dan pilihan pengobatan yang tersedia. Pasien seringkali harus melalui serangkaian rujukan medis sebelum akhirnya mendapatkan diagnosis yang tepat. Hal ini menggarisbawahi perlunya peningkatan kesadaran akan gejala IgA nephropathy di kalangan masyarakat dan tenaga medis untuk mempercepat identifikasi penyakit.

Bagikan: Facebook X WhatsApp