Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Penggunaan Testosteron di Luar Indikasi Medis Tingkatkan Risiko Kardiovaskular pada Pria

Oleh Rini Widiyarti August 5, 2026 60 minutes lalu 0 komentar

Pria yang diresepkan terapi testosteron meskipun tidak menunjukkan gejala hipogonadisme memiliki risiko lebih tinggi mengalami kejadian kardiovaskular merugikan mayor dan mortalitas akibat segala sebab dibandingkan pria dengan hipogonadisme yang juga menjalani terapi testosteron. Temuan ini diungkapkan oleh para peneliti dalam sebuah analisis data dari jaringan kolaboratif global TriNetX yang dipublikasikan di jurnal eBioMedicine.

Penelitian ini menemukan bahwa risiko berbagai kejadian kardiovaskular terkait terapi testosteron bervariasi tergantung pada profil medis individu saat terapi dimulai. Dr. Hatim Kerniss, seorang dokter dan peneliti di University Hospital Frankfurt, Jerman, menyatakan bahwa temuan ini menyoroti pentingnya.

Menurut studi tersebut, pria yang menerima testosteron tanpa diagnosis hipogonadisme menunjukkan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular merugikan mayor (MACE) sebesar 12% dan peningkatan risiko mortalitas akibat segala sebab sebesar 15%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pria yang memang didiagnosis hipogonadisme dan menggunakan terapi testosteron, di mana risiko MACE meningkat 7% dan mortalitas akibat segala sebab meningkat 10%.

Lebih lanjut, analisis memperinci risiko untuk kejadian kardiovaskular spesifik. Pria yang menggunakan testosteron secara ‘off-label’ (di luar indikasi medis yang disetujui) memiliki risiko 25% lebih tinggi untuk mengalami kejadian serebrovaskular (seperti stroke) dan 17% lebih tinggi untuk mengalami aritmia jantung, dibandingkan dengan pria hipogonadisme yang menggunakan terapi yang sama.

Dr. Kerniss menekankan bahwa penggunaan testosteron harus dipertimbangkan dengan hati-hati. “Kami melihat adanya potensi risiko yang lebih besar pada kelompok pria yang menggunakan testosteron tanpa indikasi yang jelas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa identifikasi dan penargetan pasien yang tepat untuk terapi testosteron sangat krusial untuk meminimalkan potensi bahaya.

Para peneliti juga mencatat bahwa analisis ini mencakup data dari berbagai pusat medis di seluruh dunia melalui jaringan TriNetX, memberikan gambaran yang luas mengenai praktik klinis dan dampaknya. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa data yang digunakan adalah data observasional, yang berarti tidak dapat membuktikan sebab dan akibat secara definitif, namun memberikan indikasi kuat mengenai korelasi antara penggunaan testosteron ‘off-label’ dan peningkatan risiko kardiovaskular.

Bagikan: Facebook X WhatsApp