Jakarta – Ziltivekimab, sebuah inhibitor interleukin-6 (IL-6) yang baru, menunjukkan kemampuannya dalam menurunkan penanda inflamasi pada pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD) dan penyakit ginjal kronis (CKD). Namun, dalam uji coba hasil kardiovaskular ZEUS, obat ini tidak berhasil menurunkan risiko kejadian kardiovaskular yang merugikan (MACE).
Hasil studi fase 3 ZEUS, sebuah uji coba double-blind, placebo-controlled, mengumumkan bahwa ziltivekimab tidak memberikan manfaat signifikan dalam mencegah MACE. Penemuan ini menjadi sorotan penting dalam pengembangan terapi untuk populasi pasien yang rentan ini.
Uji coba ZEUS merekrut lebih dari 6.300 pasien yang memiliki ASCVD, CKD, dan inflamasi. Inflamasi didefinisikan sebagai kadar high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) minimal 2 mg/L. Para partisipan kemudian secara acak diberikan ziltivekimab 15 mg yang disuntikkan subkutan sebulan sekali, atau plasebo.
Meskipun ziltivekimab berhasil dalam meredakan peradangan, yang ditandai dengan penurunan hs-CRP, hal ini tidak berkorelasi dengan penurunan risiko kejadian kardiovaskular mayor. Kejadian kardiovaskular mayor meliputi kematian akibat penyakit kardiovaskular, infark miokard non-fatal, dan stroke non-fatal.
Temuan ini berpotensi memengaruhi strategi pengobatan di masa depan bagi pasien ASCVD dan CKD yang juga mengalami inflamasi kronis. Pengembangan ziltivekimab, yang diproduksi oleh Novo Nordisk, sebelumnya diharapkan dapat menjadi solusi baru untuk mengatasi beban ganda inflamasi dan risiko kardiovaskular pada kelompok pasien ini.
