Obat-obatan golongan GLP-1 receptor agonists, yang dikenal efektif dalam penurunan berat badan, ternyata juga membawa konsekuensi estetika yang tidak diinginkan pada sebagian pasien. Fenomena ini diungkapkan oleh seorang pakar dermatologi yang menyoroti adanya ‘biaya estetika’ yang perlu ditangani seiring dengan manfaat terapeutiknya.
Menurut Doris Day, MD, FAAD, seorang profesor dermatologi di NYU Grossman School of Medicine, meskipun penurunan berat badan yang difasilitasi oleh obat GLP-1 dapat mengurangi peradangan sistemik, efek negatif di ranah estetika juga tidak dapat dihindari. “Kita tahu bahwa penurunan berat badan, meskipun dapat mengurangi peradangan sistemik, juga dapat menimbulkan efek negatif,” ujar Dr. Day saat memberikan presentasi di 2026 GLP-1 Effects on Skin Inflammation, Skin Aging and the Cardiometabolic Syndrome Summit.
Dr. Day menambahkan, “Ada biaya estetika yang kami lihat pada pasien kami secara rutin.” Dampak estetika ini dapat bervariasi, namun sering kali berkaitan dengan perubahan pada penampilan kulit dan struktur wajah akibat penurunan massa lemak yang signifikan. Hal ini menimbulkan tantangan baru bagi para profesional medis untuk tidak hanya mengelola kesehatan metabolisme pasien tetapi juga mengatasi kekhawatiran mengenai penampilan mereka.
Meskipun demikian, obat GLP-1 receptor agonists tetap menjadi pilihan terapi yang berharga bagi banyak individu yang berjuang dengan kondisi seperti diabetes tipe 2 dan obesitas. Diskusi mengenai penanganan efek samping estetika ini menjadi krusial untuk memastikan pasien dapat merasakan manfaat penuh dari pengobatan tanpa mengorbankan rasa percaya diri mereka terkait penampilan.
