NATIONAL HARBOR, Md. — Sebuah studi baru yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan NUTRITION mengindikasikan bahwa praktik time-restricted eating atau diet waktu terbatas berpotensi memberikan manfaat signifikan bagi fungsi kognitif wanita lansia yang memiliki berat badan tidak sehat. Temuan ini membuka pandangan baru mengenai strategi pola makan untuk menjaga kesehatan otak di usia senja.
Penelitian ini menyoroti bahwa mengurangi jendela waktu makan harian dapat memberikan keuntungan tambahan di luar penurunan berat badan semata. “Menurunkan berat badan saja dapat mencegah sebagian penurunan kognitif terkait penuaan, dan data ini menunjukkan bahwa mungkin ada manfaat tambahan jika Anda berhenti makan 4 jam sebelum tidur dan mengurangi asupan makanan menjadi 8-9 jam per hari, dibandingkan dengan jendela makan biasa selama 12 jam per hari,” ujar Sue Shapses, PhD, RD, DFASN, seorang profesor ilmu nutrisi di Rutgers University, dalam siaran pers.
Temuan ini penting mengingat prevalensi penurunan kognitif yang meningkat seiring bertambahnya usia. Dengan jendela makan yang lebih pendek, para peneliti mengamati adanya peningkatan pada aspek-aspek kognitif tertentu pada partisipan studi. Meskipun penurunan berat badan merupakan faktor yang diketahui dapat memengaruhi kesehatan otak, studi ini menyarankan bahwa pengaturan waktu makan dapat menjadi komponen krusial yang melengkapi.
Lebih lanjut, para peneliti menekankan bahwa strategi time-restricted eating, yang membatasi periode konsumsi makanan dalam sehari, dapat menjadi pendekatan yang efektif. Dengan membandingkan jendela makan 8-9 jam dengan pola makan tradisional selama 12 jam, studi ini memberikan bukti awal mengenai potensi perbaikan fungsi otak pada kelompok wanita lansia yang menjadi subjek penelitian.
