Obat-obatan golongan GLP-1, yang awalnya dikembangkan untuk diabetes, terbukti efektif menurunkan kadar C-reactive protein (CRP) sensitivitas tinggi pada orang dewasa yang memiliki beragam kondisi kardiometabolik, meskipun tidak menderita diabetes. Temuan ini diungkapkan oleh para peneliti dalam sebuah presentasi di International Congress on Obesity.
Temuan ini menunjukkan bahwa obat-obatan seperti semaglutide (dengan merek dagang Wegovy dari Novo Nordisk) dan tirzepatide (Zepbound dari Eli Lilly), yang umum diresepkan untuk manajemen berat badan, memiliki manfaat tambahan yang signifikan. “Para klinisi perlu menyadari bahwa ketika meresepkan semaglutide (Wegovy, Novo Nordisk) atau tirzepatide (Zepbound, Eli Lilly) untuk manajemen berat badan, mereka juga dapat secara bermakna mengurangi beban inflamasi pasien mereka,” ujar Mario Cesar Torres-Chávez, MD, asisten peneliti di Instituto Nacional de Cardiología Ignacio Chávez di Mexico City.
CRP sensitivitas tinggi merupakan penanda peradangan dalam tubuh yang memiliki nilai prognostik independen terhadap risiko penyakit kardiovaskular. Penurunan kadar CRP ini mengindikasikan potensi manfaat GLP-1 dalam mengurangi risiko kardiovaskular secara keseluruhan pada populasi yang lebih luas.
Penelitian ini menyoroti potensi ganda dari obat-obatan incretin-based dalam penanganan kondisi kardiometabolik. Selain membantu dalam penurunan berat badan, yang merupakan faktor risiko utama untuk berbagai penyakit, obat-obatan ini juga secara langsung mengatasi komponen peradangan yang berkontribusi terhadap penyakit jantung.
