Obat diabetes golongan GLP-1, seperti semaglutide dan tirzepatide, menunjukkan potensi untuk menurunkan risiko rawat inap terkait konsumsi alkohol pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2, obesitas, atau gangguan penggunaan alkohol. Temuan awal ini dipublikasikan dalam jurnal BMJ Open.
Penelitian ini menyoroti adanya korelasi antara penggunaan obat GLP-1 dengan hasil jangka pendek terkait gangguan penggunaan alkohol. “Temuan kami menunjukkan adanya asosiasi, bukan efek kausal, antara penggunaan GLP-1 dan hasil jangka pendek gangguan penggunaan alkohol,” ujar Hemalkumar B. Mehta, MS, PhD, seorang profesor madya di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, kepada Healio.
Mehta menambahkan bahwa obat-obatan GLP-1 saat ini belum disetujui untuk pengobatan gangguan penggunaan alkohol. “Indikasi potensial untuk GLP-1 terus berkembang seiring obat-obatan ini terus menawarkan manfaat di berbagai penyakit,” jelasnya.
Analisis data dari lebih dari 17.000 orang dewasa yang menggunakan GLP-1 agonist, termasuk semaglutide dan tirzepatide, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan obat tersebut, mengungkapkan temuan menarik. Peserta dalam kelompok yang menggunakan GLP-1 agonist memiliki kemungkinan 50% lebih rendah untuk dirawat di rumah sakit akibat gangguan penggunaan alkohol dalam periode pengamatan 30 hari setelah resep awal.
Penurunan risiko ini diamati pada berbagai subkelompok, termasuk mereka yang didiagnosis dengan gangguan penggunaan alkohol, serta mereka yang memiliki diabetes tipe 2 atau obesitas. Meskipun demikian, para peneliti menekankan bahwa studi ini bersifat observasional dan tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat.
Lebih lanjut, analisis juga menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan GLP-1 agonist cenderung memiliki angka rawat inap yang lebih rendah akibat kondisi lain yang berhubungan dengan konsumsi alkohol, seperti ensefalopati Wernicke, sirosis hati, dan pankreatitis alkoholik, meskipun angka ini tidak mencapai signifikansi statistik yang kuat.
Para peneliti menyarankan perlunya penelitian lebih lanjut, termasuk uji klinis acak terkontrol, untuk mengkonfirmasi temuan ini dan memahami mekanisme yang mendasari potensi manfaat GLP-1 dalam mengurangi risiko rawat inap terkait alkohol. Saat ini, fokus utama obat-obatan ini tetap pada pengelolaan diabetes dan obesitas.
