Wednesday, 22 July 2026
BREAKING
DUNIA

Khalil Al Hayya Pimpin Hamas, Langsung Jadi Target Israel

Oleh Heni Maulidya July 22, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Hamas Palestina telah menunjuk Khalil Al Hayya sebagai Kepala Biro Politik baru. Jabatan ini secara otomatis menjadikannya pemimpin tertinggi kelompok yang menguasai Jalur Gaza. Keputusan ini menempatkan Al Hayya langsung dalam sorotan dan menjadi target utama Israel.

Penunjukan Al Hayya datang di tengah eskalasi konflik yang terus memanas antara Israel dan Hamas. Sebelumnya, Israel telah menargetkan dan membunuh beberapa pemimpin senior Hamas, termasuk Ismail Haniyeh, pemimpin biro politik Hamas, dan Marwan Issa, wakil komandan militer sayap bersenjata Hamas, Brigade Al Qassam. Kematian para pemimpin ini membuka jalan bagi figur baru untuk memegang tampuk kepemimpinan.

Peran Kepala Biro Politik Hamas adalah posisi paling senior dalam struktur organisasi tersebut. Pemimpin yang menduduki posisi ini bertanggung jawab atas arah strategis dan keputusan politik Hamas secara keseluruhan. Dengan demikian, Al Hayya kini memikul tanggung jawab besar dalam memimpin perlawanan dan mengelola urusan internal Hamas.

Sebelumnya, Khalil Al Hayya dikenal sebagai salah satu tokoh senior Hamas. Ia telah lama terlibat dalam berbagai aspek gerakan tersebut, termasuk negosiasi dan urusan politik. Pengalaman panjangnya di dalam Hamas memberikannya pemahaman mendalam mengenai dinamika internal kelompok serta lanskap politik regional yang kompleks.

Penunjukan Al Hayya sebagai pemimpin baru Hamas memicu reaksi keras dari Israel. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa Al Hayya kini menjadi target utama mereka. “Khalil Al Hayya, yang baru saja ditunjuk sebagai kepala biro politik Hamas, kini menjadi target teroris nomor satu di Gaza,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, 13 Agustus 2024.

Israel berargumen bahwa kepemimpinan Hamas bertanggung jawab atas serangan terhadap warga sipil Israel dan menuding kelompok tersebut menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia. Oleh karena itu, Israel menegaskan komitmennya untuk melumpuhkan kemampuan militer dan kepemimpinan Hamas. Penargetan terhadap Al Hayya dipandang sebagai langkah strategis untuk mengganggu operasional dan moral Hamas.

Di sisi lain, Hamas mengutuk keras tindakan Israel dan menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan adalah urusan internal mereka. Kelompok tersebut menyatakan bahwa mereka akan terus melanjutkan perjuangan mereka melawan pendudukan Israel. Penunjukan Al Hayya diharapkan dapat memberikan kepemimpinan yang stabil di tengah tekanan internasional dan militer yang dihadapi Hamas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp