Wanita kulit hitam dengan kanker endometrium menghadapi tingkat kelangsungan hidup yang jauh lebih buruk dibandingkan wanita kulit putih, dan kesenjangan ini sangat mencolok pada pasien yang lebih muda. Analisis mendalam terhadap lebih dari 13.000 pasien mengungkap fakta mengkhawatirkan ini.
Data menunjukkan bahwa wanita kulit hitam berusia 64 tahun ke bawah memiliki risiko kematian 159% lebih tinggi dibandingkan rekan kulit putih mereka. Angka ini berbeda signifikan dengan kelompok usia 65 tahun ke atas, di mana risiko kematian yang lebih tinggi tercatat sebesar 56%.
Perbedaan mencolok ini, menurut para ahli, sebagian besar disebabkan oleh diagnosis tumor yang lebih agresif dan stadium kanker yang lebih lanjut pada pasien yang lebih muda. “Kita perlu memberikan perhatian lebih pada apa yang terjadi dengan pasien kita yang lebih muda,” ujar Dr. Elizabeth J. Suh-Burgmann, MD, seorang ahli onkologi ginekologi, menyoroti urgensi penelitian dan intervensi yang ditargetkan.
Temuan ini menggarisbawahi perlunya pendekatan yang lebih spesifik dalam penanganan kanker endometrium, terutama untuk kelompok demografis yang rentan. Upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan yang disesuaikan dengan karakteristik biologis tumor pada wanita muda kulit hitam perlu menjadi prioritas utama dalam upaya mengurangi kesenjangan kesehatan yang ada.
