Thursday, 3 September 2026
BREAKING
KESEHATAN

Dampak Demensia pada Pasien Patah Tulang Panggul: Peningkatan Risiko Kematian dan Perawatan Jangka Panjang

Oleh Rini Widiyarti September 3, 2026 49 minutes lalu 0 komentar

Pasien Medicare yang menderita demensia menghadapi risiko kematian yang lebih tinggi dan menghabiskan waktu lebih lama di fasilitas perawatan jangka panjang atau rehabilitasi setelah mengalami patah tulang panggul. Temuan ini menggarisbawahi kompleksitas penanganan patah tulang panggul pada lansia dengan kondisi demensia.

Patah tulang panggul seringkali menjadi peristiwa penting bagi lansia yang hidup dengan demensia, dan dampaknya melampaui masa perawatan awal di rumah sakit. Demikian disampaikan oleh Rebecca Rodin, MD, MSc, seorang dokter dan ilmuwan klinis di Icahn School of Medicine at Mount Sinai’s Brookdale Department of Geriatrics and Palliative Medicine.

Menurut hasil penelitian, pasien Medicare dengan demensia yang mengalami patah tulang panggul memiliki tingkat mortalitas yang lebih tinggi. Selain itu, mereka juga cenderung memerlukan perawatan lebih lama di fasilitas perawatan jangka panjang, rehabilitasi, atau fasilitas keperawatan terampil dibandingkan dengan lansia tanpa demensia.

Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa patah tulang panggul bukan hanya masalah ortopedi semata bagi pasien demensia, melainkan sebuah peristiwa yang memicu serangkaian tantangan kesehatan yang lebih luas. Perawatan pasca-patah tulang panggul pada kelompok ini memerlukan perhatian khusus dan pendekatan multidisiplin untuk mengelola risiko komplikasi dan memastikan kualitas hidup yang optimal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp