Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
DUNIA

Jaringan Kamera Pengawas AI Flock Meluas di AS, Tuai Gelombang Kritik

Oleh Rini Widiyarti September 1, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Jaringan kamera pengawas bertenaga kecerdasan buatan (AI) milik Flock Group terus berkembang pesat di Amerika Serikat. Namun, ekspansi ini disambut dengan gelombang penolakan dan kekhawatiran yang semakin meningkat dari berbagai kalangan masyarakat.

BBC Verify telah melakukan penelusuran mendalam mengenai bagaimana sistem kamera Flock, yang mampu mendeteksi dan melacak kendaraan berdasarkan plat nomor, menyebar di berbagai komunitas di AS. Laporan tersebut mengungkap bahwa teknologi ini, meskipun diklaim untuk tujuan keamanan, menimbulkan isu privasi yang serius dan potensi penyalahgunaan data.

Dalam beberapa tahun terakhir, Flock telah memasang ribuan kamera di berbagai lokasi, mulai dari jalan-jalan perumahan hingga area publik. Perusahaan ini menawarkan solusi pengawasan yang diklaim dapat membantu penegak hukum dalam memecahkan kejahatan. Data yang dikumpulkan mencakup citra kendaraan, waktu, dan lokasi. Informasi ini kemudian dapat diakses oleh pihak kepolisian melalui platform Flock yang terintegrasi.

Meskipun demikian, kemudahan akses dan luasnya cakupan data yang dikumpulkan memicu keprihatinan mendalam. Para kritikus berpendapat bahwa sistem ini berpotensi menciptakan negara pengawas (surveillance state) yang mengikis kebebasan sipil. Kekhawatiran ini diperparah dengan kurangnya transparansi mengenai bagaimana data tersebut disimpan, dibagikan, dan dilindungi dari potensi peretasan atau penyalahgunaan.

Salah satu suara yang vokal menentang adalah dari Electronic Frontier Foundation (EFF), sebuah organisasi advokasi digital terkemuka. EFF telah berulang kali menyuarakan keprihatinannya terhadap penyebaran teknologi pengawasan massal seperti Flock. “Ini adalah masalah besar bagi privasi kita. Jika setiap pergerakan kendaraan kita dilacak, kita akan kehilangan anonimitas di ruang publik,” ujar seorang perwakilan EFF dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada awal tahun 2024.

Laporan BBC Verify juga menyoroti bagaimana beberapa kota dan komunitas telah menolak atau membatalkan kontrak dengan Flock setelah warga menyuarakan keberatan mereka. Di beberapa wilayah, perdebatan sengit terjadi di dewan kota mengenai apakah akan menyetujui penggunaan teknologi ini, dengan argumen berkisar pada keseimbangan antara keamanan dan hak privasi individu.

Flock Group sendiri menyatakan bahwa teknologi mereka dirancang untuk membantu penegak hukum dalam memerangi kejahatan dan bahwa mereka memiliki kebijakan privasi yang ketat. “Kami berkomitmen untuk melindungi data pengguna kami dan memastikan bahwa teknologi kami digunakan secara bertanggung jawab,” tegas juru bicara Flock dalam tanggapan tertulisnya kepada BBC Verify.

Namun, bagi banyak aktivis dan warga, janji-janji tersebut belum cukup untuk meredakan kekhawatiran. Seiring dengan terus berkembangnya jaringan kamera Flock, perdebatan mengenai implikasi privasi dan etika dari pengawasan bertenaga AI ini diperkirakan akan terus memanas di Amerika Serikat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp