Militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan drone terhadap dua pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait pada Minggu, 19 Juli. Serangan ini dilaporkan menghantam sebuah gudang amunisi di Camp Udairi.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh media pemerintah Iran, disebutkan bahwa operasi ini merupakan respons terhadap tindakan AS. Namun, rincian lebih lanjut mengenai jenis drone yang digunakan, jumlah yang dikerahkan, atau tingkat kerusakan yang terjadi tidak diungkapkan secara spesifik dalam pengumuman awal tersebut.
Pihak militer Iran juga menegaskan bahwa serangan ini adalah bentuk balasan atas kebijakan dan tindakan Amerika Serikat yang dinilai merugikan Iran. Pernyataan tersebut tidak merinci kebijakan atau tindakan AS yang dimaksud.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat atau pemerintah Kuwait mengenai insiden yang dilaporkan oleh Iran tersebut. Pihak berwenang AS biasanya akan memberikan pernyataan resmi jika terjadi serangan terhadap aset atau personel mereka.
Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Hubungan kedua negara memburuk signifikan sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada tahun 2018 dan memberlakukan sanksi ekonomi yang ketat.
