Monday, 7 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Dokter Paru Peringatkan Risiko Kesehatan Akut Akibat Abu Vulkanik

Oleh Muzairi M September 7, 2026 47 minutes lalu 0 komentar

Partikel halus dari abu vulkanik dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama pada organ pernapasan dan mata. Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, secara tegas mengingatkan masyarakat akan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh paparan abu vulkanik.

Abu vulkanik, yang terdiri dari fragmen batuan, mineral, dan kaca vulkanik halus, dapat dengan mudah terhirup dan mengendap di saluran pernapasan. Tjandra Yoga Aditama menjelaskan bahwa partikel-partikel ini bersifat abrasif dan dapat menyebabkan iritasi serta peradangan pada paru-paru. “Debu halus ini sangat berbahaya, bisa masuk ke saluran pernapasan bagian dalam,” ujar Tjandra Yoga Aditama dalam sebuah pernyataan.

Dampak langsung dari menghirup abu vulkanik bisa berupa batuk, sesak napas, dan rasa tidak nyaman pada dada. Bagi individu dengan kondisi paru-paru yang sudah ada sebelumnya, seperti asma atau PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), paparan abu vulkanik dapat memperburuk gejala dan memicu serangan akut. PDPI mengimbau agar masyarakat, khususnya yang tinggal di dekat wilayah terdampak erupsi, mengambil langkah pencegahan yang memadai.

Selain gangguan pernapasan, abu vulkanik juga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan mata. Partikel kasar abu dapat menggores permukaan mata, menyebabkan iritasi, kemerahan, dan rasa perih. Tjandra Yoga Aditama menekankan pentingnya melindungi mata dengan menggunakan kacamata pelindung, terutama saat berada di luar ruangan di area yang terpapar abu vulkanik. Jika mata terkena abu, disarankan untuk segera membilasnya dengan air bersih.

PDPI merekomendasikan penggunaan masker, khususnya masker N95, bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah saat terjadi hujan abu. Masker ini terbukti efektif menyaring partikel-partikel halus agar tidak terhirup. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan membersihkan debu abu yang menumpuk juga penting untuk mengurangi risiko paparan sekunder.

Bagikan: Facebook X WhatsApp