Abu vulkanik yang dimuntahkan saat erupsi gunung berapi tidak hanya mengancam kesehatan pernapasan, tetapi juga organ penglihatan. Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi serius pada mata. Mengetahui cara mengatasi dan mencegahnya menjadi langkah krusial bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak.
Dalam situasi erupsi gunung berapi, perlindungan mata menjadi prioritas utama. Abu vulkanik yang halus namun kasar dapat menggores permukaan mata, menyebabkan rasa perih, kemerahan, hingga gangguan penglihatan jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, kesiapan dalam menghadapi fenomena alam ini sangatlah penting.
Untuk menjaga kesehatan mata saat terjadi erupsi, terdapat enam langkah pencegahan dan penanganan yang perlu diketahui. Pertama, hindari mengucek mata. Meskipun terasa gatal atau perih, mengucek mata justru dapat memperparah iritasi dan luka gores pada kornea akibat partikel abu yang tajam.
Selanjutnya, segera basuh mata dengan air bersih mengalir. Gunakan air bersih yang mengalir dari keran atau air dalam kemasan untuk membilas mata secara perlahan. Hindari penggunaan air yang terkontaminasi abu vulkanik.
Apabila mata terasa sangat perih dan iritasi tidak kunjung mereda, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Dokter spesialis mata akan memberikan penanganan yang tepat sesuai kondisi mata Anda.
Selain penanganan, pencegahan juga memegang peranan penting. Gunakan pelindung mata seperti kacamata pelindung atau kacamata renang saat beraktivitas di luar ruangan. Kacamata ini akan menjadi benteng pertahanan utama mata dari serbuan abu vulkanik.
Jika tidak memiliki kacamata pelindung, masker yang menutupi area mata bisa menjadi alternatif. Pastikan masker menutupi seluruh area mata dengan rapat untuk meminimalkan celah masuknya abu.
Terakhir, hindari penggunaan lensa kontak selama masa erupsi. Lensa kontak dapat memerangkap abu vulkanik di antara lensa dan kornea, meningkatkan risiko infeksi dan iritasi yang lebih parah.
