Hanya dengan 22 menit aktivitas fisik moderat hingga berat setiap hari, risiko penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh gaya hidup sedentari dapat diminimalisir secara signifikan. Temuan ini diungkapkan oleh seorang pakar pada American Society for Preventive Cardiology Congress on CVD Prevention yang diselenggarakan di Scottsdale, Arizona.
Paul D. Thompson, MD, yang merupakan emeritus chief of cardiology di Hartford Hospital dan emeritus professor of medicine di University of Connecticut, memaparkan bahwa durasi kurang dari 30 menit aktivitas fisik harian terbukti mampu memberikan dampak positif yang substansial terhadap kesehatan kardiovaskular. Ia menekankan pentingnya pergerakan tubuh sebagai kunci utama.
Dalam paparannya, Dr. Thompson menjelaskan lebih lanjut mengenai takaran dan jenis aktivitas fisik yang ideal untuk meningkatkan kesehatan jantung. Ia menggarisbawahi bahwa istilah ‘aktivitas fisik’ dan ‘olahraga’ seringkali digunakan secara bergantian. Namun, secara umum, aktivitas fisik merujuk pada setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan pengeluaran energi.
Data yang disajikan dalam kongres tersebut menunjukkan korelasi kuat antara tingkat aktivitas fisik dan penurunan risiko penyakit jantung. Bahkan, sejumlah kecil waktu yang diinvestasikan untuk bergerak setiap hari dapat memberikan manfaat besar dibandingkan dengan tidak melakukan aktivitas sama sekali. Hal ini menjadi kabar baik bagi banyak orang yang merasa sulit menyisihkan waktu panjang untuk berolahraga.
American Society for Preventive Cardiology Congress on CVD Prevention sendiri merupakan forum penting bagi para profesional medis untuk mendiskusikan kemajuan terbaru dalam pencegahan penyakit kardiovaskular. Pembahasan mengenai peran krusial aktivitas fisik dalam strategi pencegahan menjadi salah satu sorotan utama dalam kongres tahun ini, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan dampak negatif dari gaya hidup kurang gerak.
