Thursday, 23 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Antibodi Monoklonal ALT-100 Tunjukkan Potensi Pengobatan ARDS, Hasil Uji Klinis Tahap 2a Dipublikasikan

Oleh Rini Widiyarti July 23, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebuah terobosan potensial dalam pengobatan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) tengah digarap. Uji klinis tahap 2a terhadap antibodi monoklonal bernama ALT-100 menunjukkan hasil menjanjikan, terutama dalam hal peningkatan hari bebas ventilator bagi pasien dibandingkan dengan plasebo. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

ALT-100 merupakan antibodi monoklonal yang dirancang untuk menetralkan enzim nicotinamide phosphoribosyltransferase (eNAMPT) ekstraseluler. Uji klinis yang melibatkan pasien ARDS tingkat sedang hingga berat ini membandingkan efektivitas ALT-100 dengan plasebo. Hasilnya, profil keamanan kedua kelompok perlakuan serupa, namun kelompok yang menerima ALT-100 mencatatkan jumlah hari bebas ventilator yang lebih banyak.

Dr. Jonathan K. O’Donnell, seorang peneliti utama dalam studi ini, menyoroti urgensi penemuan terapi baru untuk ARDS. “Saat ini tidak ada terapi yang disetujui oleh FDA untuk diberikan kepada pasien-pasien ini,” ujar Dr. O’Donnell. Ia menambahkan, “Mengingat tingkat kematian yang tidak dapat diterima dan penyebaran penyakit yang luas, pengobatan ARDS tetap menjadi salah satu tantangan medis terbesar.”

Lebih lanjut, Dr. O’Donnell menjelaskan bahwa ALT-100 bekerja dengan menargetkan eNAMPT, sebuah protein yang diketahui berperan dalam respons inflamasi yang berlebihan pada ARDS. Dengan menetralkan eNAMPT, ALT-100 diharapkan dapat meredam peradangan dan memperbaiki fungsi paru-paru.

Meskipun hasil uji klinis tahap 2a ini memberikan harapan, perlu diingat bahwa studi ini masih dalam tahap awal. Penelitian lebih lanjut, termasuk uji klinis tahap 3 yang berskala lebih besar, diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan ALT-100 sebagai terapi standar untuk ARDS di masa depan. Namun demikian, temuan awal ini membuka jalan bagi pengembangan pengobatan yang lebih baik bagi jutaan pasien di seluruh dunia yang menderita ARDS setiap tahunnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp