Tuesday, 21 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Fuad Bawazier Ingatkan Risiko Pembiayaan Utang Negara Lewat SBN bagi Fiskal

Oleh Yohanes July 19, 2026 1 day lalu 0 komentar

Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier mengemukakan kekhawatiran terkait strategi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang cenderung mengandalkan Surat Berharga Negara (SBN). Menurutnya, praktik ini berpotensi memperbesar beban fiskal negara di masa mendatang.

Fuad Bawazier menekankan bahwa pemerintah tidak seharusnya terpaku pada rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) semata sebagai tolok ukur kesehatan fiskal. Ia berpendapat, fokus pada rasio tersebut dapat mengaburkan risiko yang lebih fundamental terkait struktur pendanaan.

“Kita jangan hanya melihat rasio utang terhadap PDB. Itu mungkin terlihat bagus, tapi kalau kita lihat ke dalam, bagaimana utang itu dibiayai, itu yang penting,” ujar Fuad Bawazier dalam sebuah diskusi yang diadakan pada Kamis (20/6/2024).

Beliau menyoroti bahwa SBN, yang merupakan instrumen utama pemerintah dalam menghimpun dana, memiliki implikasi biaya yang perlu dicermati secara serius. Biaya yang dimaksud tidak hanya mencakup kupon atau bunga yang dibayarkan kepada investor, tetapi juga potensi risiko lain yang menyertainya.

Lebih lanjut, Fuad Bawazier menjelaskan bahwa SBN, terutama yang diterbitkan dalam mata uang asing, dapat membawa risiko nilai tukar yang signifikan. Fluktuasi kurs rupiah terhadap mata uang asing dapat secara otomatis meningkatkan beban pembayaran pokok dan bunga utang dalam rupiah, meskipun jumlah utang dalam mata uang asingnya tetap.

“Kalau kita lihat lagi, SBN yang diterbitkan dalam dolar, itu kan ada risiko kurs. Kalau rupiah terdepresiasi, beban pembayaran pokok dan bunganya dalam rupiah akan membengkak,” paparnya.

Selain risiko kurs, ia juga mengingatkan mengenai risiko suku bunga. Kenaikan suku bunga acuan global maupun domestik akan berdampak langsung pada biaya penerbitan SBN baru maupun pada SBN yang memiliki kupon mengambang. Hal ini tentu akan menambah beban anggaran negara untuk pembayaran bunga.

Fuad Bawazier menyarankan agar pemerintah lebih cermat dalam mengelola struktur utang dan diversifikasi sumber pendanaan. Penting untuk tidak hanya mengukur dari sisi kuantitas utang, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan biaya pembiayaannya. Pendekatan yang lebih holistik dalam analisis kesehatan fiskal sangatlah krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait