Saturday, 18 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun

Oleh Yohanes July 18, 2026 2 hours lalu 0 komentar

{
“title”: “Fuad Bawazier Ingatkan Risiko Utang Rp8.000 Triliun di Balik Pertumbuhan PDB”,
“content”: “

Mantan Menteri Keuangan RI, Fuad Bawazier, menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai kondisi utang negara yang mencapai angka Rp8.000 triliun. Ia menilai, di tengah narasi yang kerap menyatakan bahwa utang Indonesia masih dalam batas aman, terdapat jebakan ilusi yang perlu diwaspadai.

nn

Menurut Fuad Bawazier, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang sering dijadikan tolok ukur kesehatan ekonomi, dapat menutupi risiko sebenarnya dari akumulasi utang tersebut. “Pertumbuhan PDB itu bisa menipu, karena bisa saja pertumbuhan itu hanya dicapai dengan menambah utang,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.

nn

Ia menjelaskan bahwa rasio utang terhadap PDB memang menjadi salah satu indikator yang lazim digunakan. Namun, Fuad Bawazier menekankan bahwa angka rasio semata belum cukup untuk menjamin stabilitas keuangan negara. “Jika pertumbuhan PDB tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas produktif dan pendapatan negara yang riil, maka utang akan terus membengkak tanpa solusi yang berkelanjutan,” paparnya.

nn

Lebih lanjut, mantan Menkeu ini menyoroti bahwa besarnya utang negara, yang kini menyentuh Rp8.000 triliun, menimbulkan pertanyaan serius mengenai kemampuan Indonesia untuk melunasinya di masa depan. Beban pembayaran bunga utang yang terus menerus juga dikhawatirkan akan menggerogoti anggaran negara yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

nn

Fuad Bawazier mengimbau agar pemerintah lebih transparan dan berhati-hati dalam mengelola keuangan negara, khususnya terkait kebijakan utang. Ia menekankan pentingnya peningkatan pendapatan negara yang bersumber dari potensi ekonomi domestik yang kuat, bukan hanya mengandalkan pinjaman. “Kita perlu mencari sumber-sumber pendapatan yang lebih sehat dan berkelanjutan agar tidak terjebak dalam siklus utang yang sulit diputus,” pungkasnya.


}

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait