Gianni Infantino menghadapi tekanan kuat untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIFA. Tiga konfederasi sepak bola regional, yaitu UEFA, Concacaf, dan AFC, secara resmi melayangkan surat terbuka yang mengkritik tajam kepemimpinannya. Surat tersebut menuntut adanya “kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan yang berusaha mengendalikannya”. Langkah ini merupakan eskalasi dramatis dalam konflik yang telah membayangi sepak bola dunia, terutama setelah terungkapnya detail skema ‘Football Forward Enterprise’ (FFE) yang gagal diluncurkan oleh Infantino.
Dalam surat terbuka yang ditandatangani oleh perwakilan ketiga konfederasi tersebut, Infantino dituduh telah “merusak kepercayaan melalui penipuan”. Para penandatangan juga mengecam kegagalannya untuk mengakui bahwa proposal FFE seharusnya tidak diluncurkan secara sepihak. Skema FFE yang dilaporkan gagal ini menjadi salah satu pemicu utama ketegangan.
Sumber terpercaya mengindikasikan bahwa ketidakpuasan terhadap gaya kepemimpinan Infantino telah membara selama beberapa waktu. Proposal FFE, yang bertujuan untuk membentuk liga global baru dengan model bisnis yang kontroversial, disebut-sebut sebagai titik kritis. UEFA, Concacaf, dan AFC merasa bahwa langkah FIFA di bawah Infantino telah mengabaikan kepentingan dan otonomi konfederasi-konfederasi anggotanya.
Presiden Concacaf, Victor Montagliani, disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat yang berpotensi menggantikan Infantino jika desakan untuk mundur ini berhasil. Posisi Montagliani dalam organisasi sepak bola internasional memberinya bobot yang signifikan dalam perdebatan ini. Keinginan untuk mengembalikan kepercayaan dan memastikan tata kelola yang lebih transparan menjadi agenda utama bagi ketiga konfederasi yang bersatu dalam seruan ini.
Para kritikus menyoroti kurangnya konsultasi yang memadai sebelum peluncuran inisiatif-inisiatif besar FIFA. Mereka berpendapat bahwa pendekatan yang lebih kolaboratif dan inklusif sangat dibutuhkan untuk masa depan sepak bola global. Surat terbuka ini bukan hanya sekadar kritik, melainkan sebuah pernyataan tegas mengenai arah yang diinginkan oleh sebagian besar pemangku kepentingan sepak bola di tingkat regional.
