Monday, 10 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Stok Beras Bulog 5,25 Juta Ton: Ditegaskan Tidak Menumpuk, Melainkan Terus Bergulir

Oleh Yohanes August 10, 2026 53 minutes lalu 0 komentar

Jakarta – Perum Bulog membantah keras anggapan bahwa stok beras sebanyak 5,25 juta ton per tanggal 9 Agustus 2026 hanya tersimpan diam di gudang. Sebaliknya, lembaga ini menegaskan bahwa stok tersebut terus bergerak dan tersalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Penegasan ini disampaikan untuk merespons potensi persepsi publik mengenai jumlah stok yang besar. Bulog menekankan bahwa pengelolaan stok beras merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Jumlah yang besar tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pengadaan, baik dari dalam negeri maupun impor, yang dilakukan secara terencana.

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, dalam sebuah keterangan pers beberapa waktu lalu, menjelaskan bahwa mekanisme pergerakan stok ini sangat dinamis. “Stok 5,25 juta ton itu bukan berarti menumpuk di gudang tapi tidak bergerak. Justru di titik ini, kami terus bergerak untuk menyalurkan,” ujar Bayu. Pernyataannya ini menggarisbawahi bahwa setiap ton beras yang ada dalam cadangan Bulog memiliki tujuan dan jalur distribusi yang jelas.

Lebih lanjut, Bayu merinci bahwa stok yang melimpah ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai skenario, termasuk potensi defisit produksi akibat faktor cuaca atau bencana alam. Ketersediaan stok yang memadai memungkinkan Bulog untuk melakukan intervensi pasar secara cepat ketika diperlukan, seperti melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program SPHP ini menjadi salah satu kanal utama penyaluran beras dari gudang Bulog langsung ke konsumen, baik melalui pasar tradisional, ritel modern, maupun program bantuan pangan.

Pergerakan stok ini tidak hanya terbatas pada penyaluran untuk kebutuhan domestik. Bulog juga memiliki mandat untuk memenuhi kebutuhan beras bagi instansi pemerintah, seperti untuk keperluan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau program bantuan sosial lainnya. Dengan demikian, setiap jengkal stok beras yang dikelola Bulog memiliki fungsi strategis dan operasional yang konkret.

Angka 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026 tersebut mencerminkan hasil dari koordinasi yang intensif dengan Kementerian Pertanian, para petani, serta pelaku usaha di sektor pangan. Bulog terus berupaya memastikan bahwa ketersediaan beras tidak hanya terjaga dalam jumlah besar, tetapi juga sampai ke tangan masyarakat dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik. Upaya ini menjadi bukti komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp