Thursday, 3 September 2026
BREAKING
BERITA

Harga BBM Non-Subsidi Naik Serentak Per 3 September 2026: Pertamina, BP, Shell, dan VIVO Ikut Sesuaikan

Oleh Emanuel September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Jakarta – Sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, termasuk Pertamina, BP, Shell, dan VIVO, secara resmi mengumumkan kenaikan harga untuk produk BBM non-subsidi mereka. Perubahan ini mulai berlaku serentak pada tanggal 3 September 2026.

Kenaikan harga ini menyasar pada jenis BBM yang tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah, yang biasanya mengikuti pergerakan harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah. Keputusan ini diambil oleh masing-masing perusahaan sebagai penyesuaian terhadap kondisi pasar terkini.

PT Pertamina (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga tidak ketinggalan dalam melakukan penyesuaian harga. Meskipun detail spesifik mengenai besaran kenaikan untuk setiap jenis BBM non-subsidi belum dirinci secara terpisah, komitmen Pertamina untuk mengikuti dinamika pasar terlihat jelas dalam pengumuman ini.

Pihak BP Indonesia, yang juga merupakan pemain utama dalam penyediaan BBM, menyatakan bahwa penyesuaian harga ini merupakan langkah strategis. “Kami terus berupaya memberikan produk berkualitas terbaik dengan harga yang kompetitif. Kenaikan ini mencerminkan fluktuasi biaya operasional dan harga komoditas global,” ujar perwakilan BP Indonesia.

Demikian pula dengan Shell Indonesia. Perusahaan energi global ini mengonfirmasi bahwa harga BBM non-subsidi mereka akan mengalami kenaikan mulai awal September 2026. Juru bicara Shell Indonesia menekankan pentingnya transparansi dalam setiap kebijakan harga yang mereka terapkan kepada konsumen di seluruh Indonesia.

Vivo Energy Indonesia, sebagai salah satu distributor BBM swasta lainnya, juga telah mengumumkan hal serupa. Langkah ini menunjukkan adanya tren kenaikan harga yang seragam di antara para pemain utama pasar BBM non-subsidi di Indonesia. Konsumen dihimbau untuk memperhatikan perubahan harga ini saat melakukan pengisian bahan bakar.

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini berpotensi memengaruhi biaya operasional berbagai sektor usaha yang bergantung pada bahan bakar, seperti transportasi dan logistik. Kendati demikian, pemerintah melalui kementerian terkait biasanya terus memantau dampak penyesuaian harga ini terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp